PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk, salah satu anak usaha PT Pelindo II akan menambah armada kapal berjenis ASD Tug sebanyak 8 unit hingga akhir tahun ini guna memperluas sasaran pasar.
“Untuk mendukung perluasan market yang ada, IPCM saat ini telah megalokasikan Capex untuk penambahan 4 ASD Tug Horse Power masing masing tunda 4400 HP, yang Insya Allah akan selesai Juni 2020 ini, dan di semester II tahun 2020 ini kembali akan melaksanakan pembangunan armada 4 ASD Tug Horse Power masing masing tunda 4400 HP,” kata Direktur Armada dan Teknik PT JAI (IPCM), Capt. Supardi saat dihubungi Ocean Week, Selasa pagi (18/2), dan dibenarkan Edi Hasriani, Corporate Secratary JAI.
Perkuatan bisnis JAI karena saat ini IPCM telah memperoleh kepercayaan dari regulator dan pelanggan, disamping peningkatan kualitas layanan di pasar eksisting, juga telah berhasil memperluas pasar pemanduan dan penundaan antara lain di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Kemudian untuk menjamin kesiapan operasi armada (availiability), disamping menggunakan Jasa Armada Indonesia Maintenance System (JAIMS/By AMOS), khusus untuk pekerjaan perawatan, perbaikan, dan docking kapal-kapal, IPCM bekerjasama juga dengan PT Rukindo (Persero). Sinergi disini sangat menguntungkan kedua belah pihak, sebagai bentuk sinergi BUMN, dimana Rukindo telah berpengalaman dan juga punya docking space yang berada di lingkungan usaha IPCM sehingga memudahkan dan menghemat bahan bakar untuk mobilisasi kapal-kapal yang akan docking dan dapat menjamin keaslian sparepart dan alat-alat lainnya untuk perawatan Kapal Tunda, Pandu dan Kepil,” ungkap Capt. Supardi panjang bercerita.
Dia juga menyatakan, perseroan saat ini telah megalokasikan belanja modal untuk penambahan 4 unit ASD Tug Horse Power masing masing tunda 4400 HP sebesar Rp230 miliar yang diharapkan mulai dioperasionalkan pada Juni 2020.
Selain menambah armada, emiten berkode saham IPCM ini memiliki sejumlah rencana strategis untuk menjamin kesiapan operasi armada (availiability).
Untuk diketahui, PT Jasa Armada Indonesia Tbk membukukan pendapatan Rp 58 miliar pada Januari 2020.
Jumlah tersebut tumbuh 10% dibanding periode sama tahun 2019 lalu yang sebesar Rp 52 miliar.
Kontribusi terbesar pendapatan perseroan pada Januari 2020 ini berasal dari bisnis jasa tunda, yakni mencapai Rp 52 miliar atau setara 90%. Diikuti oleh bisnis pengelolaan kapal sebesar Rp 4,7 miliar yang setara 4% dan jasa pandu sebesar Rp 1,3 miliar atau 2%.
Saat ini perusahaan memiliki total 76 armada, dengan penambahan 8 kapal tahun 2020, maka JAI akan memiliki 84 armada kapal. (***)































