PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) siap menggelontorkan investasi sebesar Rp1,5 triliun untuk merevitalisasi Pelabuhan Batu Ampar di Batam, setelah resmi menjalin kerja sama dengan BP Batam beberapa waktu lalu untuk mengelola pelabuhan tersebut.
“Nilai investasi tahap pertama (revitalisasi), kita akan masukan range-nya antara Rp 400 miliar sampai Rp1,5 triliun,” ujar Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya usai membuka rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pelindo II di IPC University, Ciawi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
Elvyn menyatakan, ada tiga fase sentuhan Pelindo II pada Pelabuhan Batu Ampar. Pertama fase revitalisasi, kedua fase pengembangan dan peningkatan kapasitas seperti penambahan terminal, ketiga yaitu fase pengembangan dan ekspansi bisnis.
Dia mengungkapkan pada tahap revitalisasi pihaknya akan melakukan pengerukan dasar laut di pelabuhan dari kondisi sekarang dengan kedalaman sekitar 10 meter menjadi 12 meter.
“Fase pertama revitalisasi itu lebih kurang satu sampai dua tahun dimulai dari Maret ini, tahap kedua tiga tahun, totalnya jadi sekitar lima tahun,” ujarnya.
Elvyn menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan aktivitas di pelabuhan. Ia berharap pelabuhan terluar di wilayah Indonesia dan berhadapan dengan Singapura itu memiliki daya saing pascarevitalisasi besar-besaran.
“Selama ini kan cukup banyak aktivitas itu langsung ke Singapura, kalau kita punya pelabuhan yang relatif setara, tentu kapal-kapal besar akan datang, barang bisa ekspor langsung ke negara tujuan,” tuturnya.
Menurut dia, dengan adanya pelabuhan yang kompetitif di dekat Singapura, akan menjadi alternatif kapal-kapal besar yang hendak membawa barang, sehingga tidak perlu terlebih dahulu ke Singapura, melainkan bisa langsung ke Indonesia.
Sebelumnya, sejumlah stakeholder yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Indonesian National Shipowner’s Association (INSA), Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) dan Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), menolak pengelolaan pelabuhan Batu Ampar diserahkan kepada Pelindo.
Mereka berharap supaya dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk kebijakan yang dilakukan oleh BP Batam untuk Batu Ampar. (ant/***)































