• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, May 2, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Muluskan Jalur Sutra, China-Myanmar Teken 33 Perjanjian

oceanweek by oceanweek
January 19, 2020
in Berita Lain
Muluskan Jalur Sutra, China-Myanmar Teken 33 Perjanjian
367
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden China Xi Jin Ping dan Pemimpin Myanmar Aung Suu Kyi, pada Sabtu (18/1) menandatangani 33 perjanjian pembangunan proyek-proyek utama yang merupakan bagian dari Inisiatif Satu Sabuk dan Satu Jalan, yakni visi Tiongkok tentang rute perdagangan baru yang digambarkan sebagai Jalan Sutra abad ke-21.

Kesepakatan itu juga meliputi pembangunan pelabuhan samudera di Rakhine. Menurut berita The Statesman, Beijing berusaha membangun jalur perdagangan menuju Samudra Hindia melalui Myanmar , sekalian untuk memperkuat pengaruhnya atas Myanmar yang semakin terisolasi oleh Barat.

Presiden Xi Jin Ping bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar, penasihat negara Aung San Suu Kyi pada hari kedua dari perjalanan kenegaraannya. “Ini adalah kunjungan  pertama seorang kepala Negara China dalam 19 tahun, untuk meningkatkan Inisiatif Sabuk dan Jalan,” dikutip dari The Statesman.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat untuk mendirikan zona ekonomi khusus di perbatasan. Mereka juga sepakat untuk mempromosikan pembangunan perkotaan di kota terbesar di negara Asia Tenggara itu, Yangon.

Suu Kyi dan Xi juga menandatangani nota kesepahaman untuk pembangunan pelabuhan di Rakhine, serta memperkuat kerja sama di sektor keamanan dan pertanian.

Perjalanan Xi terjadi pada saat pemerintah Suu Kyi menghadapi isolasi diplomatik dari Barat dan dunia Islam karena penanganan krisis Rohingya selama beberapa tahun terakhir.

Pada upacara penyambutan hari Jumat, Xi memuji era baru hubungan kedua negara. “Kami sedang menyusun peta jalan masa depan yang akan menghidupkan hubungan bilateral berdasarkan kedekatan persaudaraan untuk kesulitan bersama dan memberikan bantuan satu sama lain,” katanya.

Sementara itu Suu Kyi menyebut China sebagai negara besar yang memainkan peran penting dalam urusan internasional dan ekonomi dunia.

Suu Kyi berharap kerjasama proyek-proyek ekonomi yang menghindari degradasi lingkungan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat setempat.

Pertaruhan China

Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia, Ronny P. Sasmita menceritakan, inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (BRI), yang juga disebut “sabuk ekonomi jalur sutra”, adalah pertaruhan besar Cina pada abad ini. Ketika pertama kali dideklarasikan oleh Presiden Xi Jinping pada 2013, prakarsa tersebut dikenal dengan sebutan Satu Sabuk, Satu Jalan. Guardian memperkirakan BRI akan menghabiskan biaya lebih dari US$ 1 triliun. Melalui prakarsa ini, Presiden Xi ingin menjadikan Cina sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global, khususnya di Asia.

Peta Jalur Sutra China. (ist)

Sebagaimana dilaporkan The Economist, dengan berinvestasi pada proyek infrastruktur, Presiden Xi ingin agar cadangan devisa Cina jadi lebih menguntungkan. Hal ini dikarenakan banyak dari cadangan devisa Cina ditanam pada produk sekuritas Amerika Serikat yang berbunga rendah. Selain itu, Xi berharap BRI mampu membuka pasar baru bagi perusahaan-perusahaan Cina dan menciptakan kestabilan di kawasan Xinjiang dan Tibet yang terus bergolak. Prakarsa yang juga akan melibatkan sejumlah proyek di Laut Cina Selatan tersebut diharapkan akan memperkuat posisi Cina dalam kasus-kasus sengketa di kawasan tersebut.

Sejatinya, semua motivasi itu dibalut dengan tujuan yang tampak mulia: membuat kawasan Eurasia secara ekonomi sebanding dengan Transpasifik yang dimotori oleh Amerika. Seperti dilaporkan oleh Washington Post, BRI bekerja dengan meminjamkan modal ke negara-negara asing untuk mendirikan berbagai macam proyek infrastruktur. Namun proyek-proyek ini biasanya dibangun oleh perusahaan-perusahaan Cina. Hal-hal semacam inilah yang harus ditimbang matang-matang oleh Indonesia karena, sejak 27 April 2019, BRI secara resmi telah masuk dalam bentuk kerja sama ekonomi antara Cina dan Indonesia.

Kedua negara telah menandatangani 23 kesepakatan kerja sama untuk sejumlah proyek di bawah panji BRI. Sejumlah nota kesepahaman yang ditandatangani dilakukan dengan skema business to business oleh para pebisnis dari kedua negara. Perhatian tentu tidak saja terkait dengan probabilitas pembesaran utang domestik sampai pada peluang ketergantungan Indonesia pada modal Cina, tapi juga pada imbas ekonominya di kemudian hari, ketika peluang penguasaan ekonomi domestik akan pelan-pelan bergeser ke Negeri Tirai Bambu karena ujung dari proyek BRI bagi Cina adalah penguasaan rantai pasokan dan kanal distribusi di ranah domestik negara mitranya.

Kita dapat menengok pengalaman Sri Lanka. Presiden Mahinda Rajapaksa punya hasrat untuk memanfaatkan keuntungan letak geografisnya secara maksimal. Realisasinya adalah membangun pelabuhan udara dan laut agar bisa menampung muatan lebih banyak dan jadi tempat singgah perdagangan dunia. Rajapaksa kemudian punya gagasan untuk membangun bandar udara dan pelabuhan di Hambantota, daerah kelahirannya yang masih didominasi hutan. Ini sekaligus tentunya ingin menjadikan kampung halamannya sebagai metropolis kedua terbesar di negeri itu.

Megaproyek tersebut tentu saja membutuhkan pendanaan yang tak sedikit. Sri Lanka pada awalnya memang kesulitan mencari sumber dana, terutama dari Barat. Sebab, ada kebijakan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang menutup konsesi ekonomi dan bantuan untuk Sri Lanka karena masalah perang saudara yang pernah terjadi di sana. Proyek Mattala Rajapaksa International Airport (MRIA) di Mattala, 18 kilometer dari Hambantota, kurang-lebih menghabiskan dana US$ 209 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun. Namun anggaran negeri itu tak akan mampu membiayai proyek sebesar itu.

Rajapaksa lantas mengundang Cina, yang kemudian memberi pinjaman untuk 90 persen biaya pembangunan MRIA. Cina juga banyak memberikan pinjaman pembangunan infrastruktur di sana, seperti pelabuhan Magampura Mahinda Rajapaksa dan Stadion Kriket Internasional Mahinda Rajapaksa. Kurang-lebih terdapat pinjaman lunak US$ 4,8 miliar dari Cina ke Sri Lanka selama Rajapaksa berkuasa.

Pembangunan di Hambantota dengan utang Cina itu akhirnya membawa Sri Lanka berutang hingga lebih dari US$ 8 miliar. Sayangnya, utang yang menggunung itu tak diimbangi dengan mimpi besar Sri Lanka untuk menggerakkan ekonomi secara instan. Bahkan, MRIA merugi dan pelabuhan Hambantota mengalami defisit. Akhirnya, untuk mengatasi perkara utang tersebut, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menyerahkan pengelolaan pelabuhan kepada perusahaan Cina. China Merchants Holdings (International) Company Ltd mengambil alih 80 persen pemasukan pelabuhan Hambantota sebagai pelunasan US$ 1,1 miliar utang Sri Lanka kepada Cina.

Menurut Financial Times, Pakistan, Sri Lanka, Laos, Maladewa, dan Montenegro termasuk negara dengan proyek BRI yang tersendat dan berakhir dengan utang menggunung. Jumlah negara yang mengalami nasib serupa bukan tidak mungkin akan bertambah. Pasalnya, banyak dari 70-an negara yang terlibat dalam BRI adalah negara-negara dengan ekonomi yang cukup berisiko menurut daftar peringkat risiko negara yang dikeluarkan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). (tmp/mn/**)

Previous Post

1.160 Alur Pelayaran di RI Belum Diatur

Next Post

Perdana, Biak Sambut MV The World

Next Post
Perdana, Biak Sambut MV The World

Perdana, Biak Sambut MV The World

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6289 shares
    Share 2516 Tweet 1572
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5455 shares
    Share 2182 Tweet 1364
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4538 shares
    Share 1815 Tweet 1135
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4226 shares
    Share 1690 Tweet 1057
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3906 shares
    Share 1562 Tweet 977

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

Tokyo MoU 2025, Kinerja Kapal RI Meningkat

Tokyo MoU 2025, Kinerja Kapal RI Meningkat

May 2, 2026
Para Sopir Truk Kontainer Mengeluhkan Macet, Depo Dituding Sebagai Penyebabnya

Para Sopir Truk Kontainer Mengeluhkan Macet, Depo Dituding Sebagai Penyebabnya

May 1, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.