Nama Tanjungpura menjadi usulan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah sebagai pengganti nama Pelabuhan Kijing yang saat ini sedang dalam proses pembangunan oleh Pemerintah Pusat.
Sutarmidji juga meminta kepada Bupati Mempawah Gusti Ramlana agar memantau proses pembangun pelabuhan tersebut. Sebab keberadaan pelabuhan di Kabupaten Mempawah itu sangat penting bagi Provinsi Kalbar.
“Penggantian nama pelabuhan itu sangat beralasan. Sama halnya dengan pelabuhan-pelabuhan di Pulau Jawa kebanyakan menggunakan nama Tanjung. Sebut saja pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Mas dan Tanjung Perak. Bagusnya pelabuhan di Mempawah ini diganti saja dengan nama Tanjungpura. Kalau Kijing, konotasinya kurang bagus, karena kata Kijing dalam bahasa Jawa adalah Batu Nisan,” ungkap Sutarmidji kepada wartawan usai melantik Gusti Ramlana sebagai Bupati Mempawah dalam sisa jabatan 2014-2019 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (19/11).
Bupati Mempawah Gusti Ramlana, menyatakan akan menggenjot pembangunan pelabuhan Internasional Kijing di Sungai Kunyit, dalam masa jabatannya yang kurang lebih hanya lima bulanan itu. “Ketika pelabuhan ini dibangun jangan sampai pihak lain dapat manfaat, tapi kita tidak. Kita upayakan mendekatkan antara pelabuhan dengan kegiatan industri dalam kawasan itu. Mengenai usulan penggantian nama pelabuhan, saya setuju saja,” katanya.
Gubernur Kalbar juga berpesan, meski Gusti Ramlana hanya menjabat sekitar lima bulan, diharapkan tetap dapat bekerja dengan baik. Harus berusaha memberikan sesuatu yang bisa dikenang masyarakat di daerahnya. “Itu tidak sulit tapi juga tidak gampang,” ungkap gubernur.
Dirut PT Pelindo II Elvyn G. Masassya juga pernah menyatakan kalau pelabuhan Kijing yang sedang dibangun tersebut akan diusulkan penggantian namanya, bukan pelabuhan Kijing. Namun Elvyn belum memastikan apakah nama pelabuhan yang akan diusulkannya itu.
Seperti diketahui, pembangunan Pelabuhan Kijing di Pontianak bakal menghabiskan anggaran sampai Rp 14 Triliun.
Untuk pembangunan Terminal Kijing, IPC (PT Pelindo II) telah menunjuk PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai pelaksana. WIKA akan melaksanakan pembangunan terminal dari sisi konstruksi dermaga laut, port management area, jembatan penghubung dan container yard.
Targetnya, pelabuhan internasional ini dapat dioperasikan pada tahun 2019 mendatang. (***)





























