Tanjung Emas Semarang akan dijadikan sebagai pioneer pelabuhan steril. Rencananya akhir November 2018 ditargetkan sudah bisa dilaksanakan.
Sterilisasi ini juga sesuai dengan peraturan ISPS-Code, dimana pelabuhan harus terbebas dari orang-orang yang tidak berkepentingan, dan hanya mereka yang memiliki ID card dan yang ada kegiatan saja yang diberikan akses masuk di wilayah yang ditentukan (lini I).
Di beberapa terminal di pelabuah Indonesia, sebenarnya sudah menerapkan konsep sterilisasi ini, misalnya di semua terminal petikemas pelabuhan Tanjung Perak, TPS Surabaya, Terminal Teluk Lamong, TPK Semarang, dan sebagainya.
Dirjen Hubla Agus Purnomo, menegaskan bahwa untuk Tanjung Emas, sterilisasi pelabuhan ini akan terlaksana dengan bantuan Pelindo III dan KSOP. “Dengan sterilisasi pelabuhan nantinya hanya orang yang mempunyai identitas khusus yang dapat masuk,” kata Dirjen Agus Purnomo, kepada wartawan, baru-baru ini.
Untuk mewujudkan hal tersebut, nantinya karena terminal penumpang di Tanjung Emas ada di dalam pelabuhan, maka akan diterapkan untuk pemesanan tiket menggunakan sistem E-Ticketing, sehingga hanya orang-orang yang memiliki tiket dan ID card resmi yang bisa keluar masuk. “E-tiketing sangat bagus sekali diberlakukan sehingga memberikan kepastian kepada pengguna jasa atau penumpang agar tidak berjubel,” katanya.
Selain menerapkan E-ticketing, juga akan dilengkapi dengan X-ray untuk dapat mendeteksi orang dan barang yang keluar masuk pelabuhan. “Setiap barang bawaan penumpang nantinya harus melalui x-ray sehingga jika ada barang-barang yang masuk kategori barang berbahaya, barang-barang yang over dan sebagainya bisa terdeteksi,” ungkap Dirjen Agus.
Di pelabuhan seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan juga sudah menerapkan hal itu. Sistem E-Ticketing ini juga akan diterapkan untuk penumpang di pelabuhan Kali Adem Jakarta, Kumai Kota Waringin Barat Kalteng, dan Tanjung Pinang.
Ketua ALFI Jawa Tengah Ariwibowo, dan Ketua DPC INSA Semarang Ridwan menyatakan apresiasinya terhadap rencana Kemenhub tersebut, karena kalau sterilisasi pelabuhan dapat diterapkan di Tanjung Emas, akan membuat pelaku usaha disini nyaman, dan aman.
“Jadi orang-orang yang keluar masuk jelas, terutama untuk kegiatan di kapal penumpang. Kalau petugas pelayaran dan petugas yang mengurus dokumen barang, sudah pasti dilengkapi dengan ID Card,” kata keduanya, dihubungi terpisah, kemarin.
Ridwan maupun Ariwibowo menambahkan, sebenarnya program sterilisasi pelabuhan ini sudah lama digagas, namun hingga saat ini belum bisa dilaksanakan. “Hanya di TPKS yang sudah jalan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid megaku sudah berkoordinasi dengan seluruh operator pelabuhan dan kapal, terkait dengan rencana ini.
“Kami rencanakan segera memberlakukan sterilisasi. Sosialisasi sudah kami lakukan sejak 2015, operator pelabuhan menyambut baik rencana sterilisasi ini,” ujar Ahmad Wahid. (wan/***)































