Kepala Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang Iis Harmoko, menghimbau agar kapal-kapal yang malayari di perairan Selatan Jawa Tengah (Jateng) waspada, karena gelombang tinggi berpotensi terjadi hingga seminggu ke depan.
Berdasarkan laporan dari Kantor Meteorologi Cilacap, ombak di sepanjang bibir pantai Selatan Jateng sudah mencapai 4-6 meter. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Pemicunya adalah menguatnya angin Timur saat memasuki puncak musim kemarau pada bulan ini.
“Perkiraan gelombang tinggi di perairan Samudera Hindia wilayah Selatan Jateng tetap akan muncul hingga tujuh hari ke depan. Kondisi di sana akan diupdate setiap hari,” kata Harmoko kepada wartawan, Senin (30/7).
BMKG memperingatkan supaya pelayaran (kapal) meningkatkan kewaspadaan terhadap kecepatan angin di atas 15 knot atau 27 kilometer per jam. Sebab kondisi ini berpotensi memunculkan gelombang di atas 1,25 meter.
“Para nakhoda tongkang, kapal feri, serta kapal kargo yang tengah membawa barang maupun kapal pesiar yang membawa penumpang di atas perairan Laut Selatan Jateng agar waspada,” ungkap Harmoko.
Menurut Harmoko, Nakhoda perlu ekstra waspada pada waktu menjumpai angin dengan kecepatan di atas 27 knot. “Saat situasi itu terjadi, ada potensi gelombang laut naik sampai 4 meter,” jelasnya.
Terakhir, gulungan ombak tinggi muncul merata di semua garis pantai yang ada di Purworejo, Cilacap, Kebumen hingga Jogyakarta. (jp/**)






























