Kapal raksasa Ever Given yang menutup terusan Suez selama hampir sepekan akhirnya berhasil dipindahkan.
Kapal Ever Given, sepanjang 400 meter, kandas di kanal tersebut sebelum tim penyelamat berhasil melepaskannya pada Senin (29/03).
Dikutip dari BBC News, belum jelas kapan lalu lintas di Terusan Suze dapat sepenuhnya dibuka kembali.
Terusan Suez merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia, dan sebagian perusahaan pemilik kapal terpaksa mengubah rutenya.
Peter Berdowski, pimpinan perusahaan penyelamat asal Belanda, Boskalis, mengatakan Ever Given berhasil diapungkan kembali pada pukul 15.05 waktu setempat, Senin (29/03), sehingga memungkinkan aktivitas di Terusan Suez normal kembali.
Kapal raksasa itu ditarik ke sebuah lokasi di luar alur untuk pemeriksaan teknis.
Kapal tunda yang ikut dalam operasi penyelamatan membunyikan klakson, merayakan keberhasilan pemindahan kapal tanker raksasa tersebut.
Ever Given, dioperasikan oleh perusahaan Taiwan Evergreen Marine, sepanjang empat lapangan sepak bola dan tak bergeming di ujung selatan terusan itu sejak Selasa pekan lalu.
Setelah kapal kargo ini dibebaskan, muncul seruan agar pihak-pihak terkait mengambil pelajaran dari insiden ini.
“Harus ada investigasi karena insiden ini berdampak sangat serius. Harus ada pembahasan, bagaimana memastikan agar kejadian ini tak berulang lagi di masa depan,” kata Marcus Baker, pakar pengapalan internasional.
Pihak-pihak terkait di Mesir, kata Marcus, harus memastikan jalur ini bisa tetap lancar.
“Mereka jelas punya kepentingan untuk memastikan kelancaran ini. Terusan Suez adalah salah satu sumber penerimaan Mesir. Ini salah satu jalur pelayaran paling penting [di dunia]. Tak boleh insiden ini terulang lagi,” katanya.

Ever Given memiliki panjang 400 meter dan terjepit secara diagonal di kanal yang lebarnya tak lebih dari 200 meter.
Perangkat pelacak kapal pada Senin menunjukkan buritan kapal telah sukses digerakkan dari tepian barat namun haluannya masih dekat dengan pesisir timur.
Sekelompok kapal tunda masih berada di sekitar kapal.
Mereka menggunakan kabel atau menempatkan diri tepat di samping kapal, berusaha untuk membebaskan kapal yang mogok itu.
Bersama kapal tunda, kapal keruk telah mengeruk pasir dan lumpur dari bawah haluan kapal.
Kapal-kapal keruk ini bukan pemandangan asing di Terusan Suez, kata pakar maritim Sal Mercogliano, dan digunakan untuk terus mengeruk jalur air itu supaya tetap bisa dinavigasi.
“Mesin raksasa masuk ke dalam air dan menarik tanah ke atas dari dasar laut, yang kemudian ditimbun di daratan,” ungkapnya.
Perusahaan yang mengelola keberjalanan kapal, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM), berkata kapal spesialis “isap keruk” juga didatangkan. Kapal tersebut mampu memindahkan material sebanyak 2000 kubik meter per jam.
Jika upaya membebaskan haluan kapal tetap sulit, pilihan berikutnya ialah memindahkan bahan bakar, air, dan kargo.
Menguras bahan bakar dari tangki kapal akan membantu, tapi kemungkinan besar tidak akan cukup tanpa upaya lainnya untuk mengurangi beban kapal.
Kapal sebesar Ever Given dapat membawa sampai 20.000 kontainer 20ft (berat maksimum 22 ton) dan operasi untuk memindahkannya dengan derek akan sangat menantang.
Selain kesulitan terkait mendapatkan derek yang cocok dan cukup dekat dengan kapal, proses tersebut dapat mengakibatkan kerusakan dan bahkan membuat kapal menjadi tidak seimbang.
“Anda harus membawa derek apung yang sangat besar – tetapi apapun yang Anda lakukan sekarang, Anda harus menentukan bagaimana ia akan memengaruhi stabilitas kapal,” kata pakar kelautan, Sal Mercogliano. (sumber BBC news/***)





























