Sudah 42 penumpang dari sekitar 400 orang meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya kapal fery MV Nyerere di Danau Victoria, Tanzania, antara pulau Ukora dan Bugolora, Kamis malam (20/9). Tim-tim penyelamat sudah dikirim ke lokasi kejadian. Namun, operasi penyelematan terpaksa dihentikan hingga Jumat (21/9/2018) pagi.
Seperti diutip Reuters, Komisaris Distrik Ukerewe Kolonel Lucas Magembe menyampaikan hal tersebut.
Namun, dari laporan Reuters, berapa sebenarnya jumlah penumpang sulit masih belum bisa dihitung, karena orang yang membagikan tiket diantara mereka termasuk yang tenggelam. “Kami berdoa kepada Tuhan untuk memberi kami harapan dalam kecelakaan seperti ini,” kata Komisaris Regional Adam Malima kepada wartawan.
Theresia Mwami, juru bicara operator layanan feri nasional TEMESA, mengatakan bahwa pemeliharaan telah dilakukan terhadap kapal feri tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Dua mesin kapal juga sudah dirombak.
Tragedi kapal tenggelam bukan sekali ini terjadi di Tazania. Pada 2012, sebanyak 145 orang tewas dalam musibah kapal feri di negara semi-otonom di Zanzibar di Samudra Hindia. Kapal waktu itu dalam kondisi penuh sesak.
Pada tahun 1996, sebuah tragedi kapal feri juga terjadi di area yang sama di Danau Victoria. Kala itu jumlah korban tewas mencapai sekitar 500 orang.
Danau Victoria adalah danau terbesar di Afrika dan terbesar kedua di dunia berdasarkan luas permukaan setelah Danau Superior di Amerika Utara. Danau itu menjadi lokasi wisata populer, di mana banyak perusahaan lokal menawarkan perjalanan perahu ke tempat-tempat margasatwa, mulai dari kuda nil hingga burung-burung eksotis di sekitar danau. (reuters/**)






























