PT Jakarta International Container Terminal (JICT) terus mewujudkan komitmen secara berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa terminal, termasuk dalam peningkatan mutu kinerja.
Komitmen ini diwujudkan melalui sertifikasi ISO yang diterima oleh JICT yakni ISO 9001:2015 perihal Service Management System.
Presiden Direktur JICT Gunta Prabawa menuturkan, sertifikat ISO 9001:2015 menjadi pondasi dari keberlanjutan bisnis JICT sebagai terminal petikemas terbesar di Indonesia.
“Keberlangsungan bisnis kami, bergantung sepenuhnya pada kinerja seluruh komponen di dalamnya,” ujar Gunta di sela acara Coffe Morning JICT, di Holiday Inn, Jakarta Utara, Kamis (27/09).
Gunta juga menyatakan jika JICT akan terus memberikan service terbaik kepada pengguna jasa. “Bagaimana JICT bisa memperlancar arus barang ekspor impor,” katanya.
Setelah memperoleh ISO 9001:2015, manajemen juga akan berupaya untuk dapat meraih ISO 45001:2018 dan SMK 3 yang merupakan versi terbaru sistem manajemen K3 berstandar internasional.
Menurut Gunta, JICT juga terus membangun aplikasi e-commerce, dan hanya dengan satu klik, semua pergerakan yang ada di JICT dapat terlihat. “Mulai bulan depan sudah akan mendevelopment sistem itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, JICT menerima penghargaan sebagai perusahaan pelayanan publik terbaik versi Kementrian Perhubungan minggu lalu dan penghargaan sebagai perusahan dengan CSR terbaik kategori gold dalam ISDA award.
Pada versi terbaru ISO 9001, penilaian sertifikasi menitikberatkan pada fokus kinerja.
“JICT secara berkesinambungan melakukan berbagai langkah dan upaya meningkatkan mutu layanan. Hal itulah yang mendorong JICT untuk senantiasa terus meningkatkan layanan melalui proses sertifikasi standar kerja. Kami bersyukur atas kerja keras seluruh tim. Kami kembali diakui melalui sertifikasi ISO untuk kesekian kalinya,” kata Gunta.
Menurutnya, JICT juga sedang melakukan peningkatan TARIF yakni Transparansi – Akuntabilitas – Responsibilitas – Independensi dan Fairness atau Keadilan.
“Kami percaya, penerapan GCG dapat memenuhi kewajiban perusahaan kepada Pelanggan, Pemegang Saham, mitra bisnis, pemangku kepentingan dan masyarakat,” kata Gunta.
Dalam hal pemenuhan kebutuhan pelanggan, JICT tengah merancang sebuah aplikasi e-commerce untuk memudahkan pelaku bisnis logistik dalam bertransaksi.
“Think Beyond and stay ahead adalah prinsip yang harus dijalani oleh JICT. Kita tahu Bisnis kepelabuhanan harus terus improve. Sinergi seluruh pelaku usaha logistik juga harus terus dilakukan,” pungkas Gunta. (ow/***)






























