Niat pemerintah membangun pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat bakal segera terealisasi, menyusul ditandatanganinya kontrak proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di kantor Kementerian Perhubungan, di Jakarta, Jumat (277) antara Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub dengan konsorsium proyek yakni Penta Ocean-Toa-Rinkai-Wika-PP (perusahaan Jepang dan Indonesia).
Menhub Budi Karya Sumadi menyataan, konstruksi pelabuhan Patimban, Subang, mulai dilakukan awal Agustus 2018. “Khusus untuk pembangunan terminal kendaraan dan dermaga kapal Ro-Ro ditargetkan bisa selesai tahun 2019 dan beroperasi pada tahun itu juga,” ujar Menhub saat acara penandatanganan kontrak Proyek tersebut.
Dengan ditandatanganinya kontrak itu, ungkap Budi Karya, JICA akan mengucurkan pinjaman untuk pengerjaan tahap pertama senilai Rp 8,9 triliun. Pengerjaan tahap satu ini diantaranya terminal kendaraan, terminal petikemas dan dermaga kapal Ro-Ro.
“Untuk tahap pertama ini akan dibangun untuk 1 juta Teus dulu. Nanti direncanakan akan melayani 3,5 juta Teus lalu 5,5 juta Teus, sampai akhirnya jadi 7,5 juta Teus. Jadi bisa dikatakan pelabuhan Patimban akan sama besar dengan Tanjung Priuk,” katanya.
Sebagaimana diketahui bahwa proyek pelabuhan Patimban dikerjakan dalam tiga tahap, dan targetnya selesai tahun 2027. Biaya keseluruhan mencapai Rp 43 triliun.
“Pembangunan Patimban diharapkan dapat menambah daya saing Indonesia untuk biaya logistik. Apalagi Indonesia berencana untuk menjadi pusat industri otomotif. Oleh karena itu saya menganggap proyek ini penting dan harus dilakukan bersama. Dengan adanya pelabuhan Patimban, distribusi Jawa bagian tengah bisa lancar,” ungkap Budi Karya.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang, Mari Takada menyatakan, adanya pelabuhan Patimban dapat memberi kontribusi pada ekspor dan impor dari dan ke negara Jepang. Karena pelabuhan itu dekat dengan beberapa industri yang induknya berasal dari Jepang. “Tapi kami berharap bisa berkontribusi juga pada perekonomian Indonesia,” katanya.
Takada juga mengungkapkan pelabuhan Patimban dapat mengurangi kemacetan di Tanjung Priok.
Beberapa waktu lalu, Dirut PT IKT Chiefy Adi K mengatakan pelabuhan Patimban bukan dijadikannya sebagai rival, namun justru digandengnya sebagai supportnya. “Kami akan berusaha untuk masuk sebagai operator di Patimban,” ungkapnya. (***)




























