Pandemi covid-19 telah melumpuhkan perekonomian dunia, karena menekan kinerja sisi demand & supply. Kondisi tersebut semakin parah karena perekonomian dunia belum berpengalaman menangani covid 19 dan vaksin masih dalam proses.
Beberapa lembaga dunia seperti World Bank, Asian Development Bank, IMF, dan Oxford Economics memprediksi ekonomi dunia akan mengalami fase pemulihan bentuk V. Hal itu cukup baik, sehingga ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi di tahun-tahun kedepan.
Namun begitu, ketua umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, memperkirakan bahwa sektor logistik dan maritim di tahun 2021 akan menghadapi berbagai tantangan, misalnya bagaimana stabilitas politik dan keamanan, pembatasan sosial, perlambatan ekonomi, kesenjangan pengadaan dan permintaan (supply & demand), kelangkaan sarana dan moda angkut.
“Ini memang berat bagi dunia usaha, tapi harus kita hadapi, dan bagaimana kita bisa survive ditengah badai itu,” katanya kepada Ocean Week, Jumat pagi (11/12).
Yukki juga menggambarkan bagaimana kinerja ekonomi dunia tahun 2020 yang tumbuh positif, meski melambat. Sementara 5 negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Indonesia, masih negatif. “Rebound diestimasi terjadi pada 2021, dan indoneaia akan tumbuh positif dikisaran 4-5%,” ujarnya.
Komisaris TPS Surabaya ini juga menyatakan bahwa anatomi resesi karena pandemi ini sangat berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya. “Kali ini dampak terhadap sektor jasa sangat parah dibanding manufaktur. Dana pihak ketiga ke perbankan (BUMN dan swasta) meningkat tajam, sementara pemberian kredit menurun, hal ini menunjukan kecenderungan untuk investasi juga menurun,” ungkapnya.
Akibat pandemi, semua sektor mengalami penurunan kecuali beberapa sektor antara lain, informasi, komunikasi, kesehatan, dan pertanian masih tumbuh positif. “Namun setelah menurun sejak Maret sampai Agustus, kegiatan ekonomi mulai membaik,” katanya.
Yukki mengemukakan bahwa backword and forward unkage sektor logistik kepada industri sangat kuat, artinya kalau ada penurunan atau kenaikan aktivitas industri, maka aktivitas logistik akan mengalami penurunan atau kenaikan yang lebih besar.

Optimisme perekonomian Indonesia bakal tumbuh juga dikatakan Adil Karim (ketua ALFI DKI Jakarta). “Kalau lihat pertumbuhan sekarang, maka tahun 2021 mulai bergerak positif, hanya saja yang lambat membaiknya dari sisi air cargo karena sampai saat ini penerbangan internasional belum dibuka semua. Tapi overal kita optimis,” katanya saat dihubungi Ocean Week, Jumat pagi ini.
Sementara itu ketua DPW ALFI Jawa Timur Hengki Pratoko memperkirakan ekonomi Indonesia akan menjadi lebih baik setelah Chrismas tahun 2020 ini.
“Karena banyak sekali sekarang containers stuck di Eropa dan Amerika. Jadi over flow containers nggak balance. Semoga bulan February atau Maret 2021 sudah back to normal,” kata Hengki. (***)





























