Throughput petikemas melalui PT Pelindo II masih terbesar dibandingkan dengan tiga Pelindo lainnya (PT Pelindo I, III, dan IV) pada tahun lalu.
Berdasarkan data statistik Kemenhub, Pelindo II mencatatkan arus petikemas sebesar 6,91 juta TEUs, lalu Pelindo III mencapai 4,91 juta TEUs, menyusul Pelindo IV sebanyak 1,94 juta TEUs, dan Pelindo I tercatat 1,14 juta TEUs.
Total arus petikemas Pelindo II itu terkontribusi melalui JICT, TPK Koja, MAL, NPCT1, Terminal 3 Priok, TPK Panjang, TPK Pontianak, TPK Teluk Bayur, dan TPK Palembang. Sedangkan Pelindo III dari TPS Surabaya, Teluk Lamong, BJTI, Banjarmasin, dan TPK Semarang.
Sementara Pelindo IV, kontribusi petikemas terbesar dari pelabuhan Makassar, Bitung, dan Palaran, serta TPK Kariangau. Sedangkan Pelindo I dari TPK Belawan, dan BICT.
Jadi, jika ditotal secara nasional, throughput petikemas yang ditangani melalui terminal kontainer di Indonesia mencapai 14,92 juta TEUs pada tahun 2017 lalu.
Namun, total petikemas Indonesia ini masih jauh tertinggal dibandingkan pelabuhan Singapura yang mencapai sekitar 33 juta TEUs di tahun lalu. (***)



























