Dalam dua pekan kedepan, pelabuhan Tanjung Priok dan Benoa Bali akan kedatangan 17 kapal pesiar.
Hal itu diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, dalam konferensi pers, di Istana Negara Jakarta, Senin (4/5).
Doni mengetahui informasi tersebut saat Menlu Retno Marsudi menyampaikan itu dalam Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet terkait penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.
Saat rencana kedatangan kapal itu dikonfirmasikan kepada GM Pelindo II Cabang Tanjung Priok Suparjo, dikatakan bahwa sampai sekarang baru ada 3 kapal yang sudah memberitahukan bakal masuk Priok.
“Pemberitahuan dengan surat tertulis dari pelayaran atau keagenan, baru ada tiga kapal yakni MS Wind Spirit, MS Quantum, dan MS Amsterdam,” kata Suparjo kepada Ocean Week, Selasa siang (5/5).
Salah seorang agen pelayaran dari BEN Line juga membenarkan adanya rencana tersebut. “Saya lagi sibuk urusi crew kapal pesiar di Priok. Kalau mau liputan, tanggal 6-7 Mei 2020,” kata Andre dari BEN Line.
Dia juga menyatakan bahwa kapal-kapal itu mengangkut ABK PMI yang bekerja di kapal luar negeri,” ujarnya.
Sebelumnya, Doni mengungkapkan, 17 kapal pesiar ini telah berkeliling ke sejumlah negara sehingga berpotensi membawa penumpang yang telah terpapar Covid-19.
Tak hanya soal kapal pesiar, kata Doni, Retno juga mengungkapkan sedikitnya ada 12.758 anak buah kapal dan pekerja migran Indonesia yang akan pulang. Sebelumnya sebanyak 70.367 orang PMI dan ABK berhasil kembali ke Indonesia setelah wabah corona menyerang negara tempat mereka bekerja.
Presiden RI Joko Widodo berpesan supaya disiapkan tempat isolasi bagi para PMI dan ABK yang telah dan akan kembali ke Indonesia.
“Agar manajemen diatur dengan baik oleh Kemenlu, Kemenkes, Polri TNI dan Gugus Tugas,” ungkap Doni. (***)






























