Pelabuhan Salalah di Oman mencatat penurunan volume peti kemas sebesar 18 persen pada tahun 2023 menjadi 3,79 juta TEU.
Melansir dari laporan Standar Maritim Dubai, Pelabuhan ini mencatat total arus kargo sebesar 21,38 juta ton, meningkat secara signifikan sebesar 16,26 persen dari 18,39 juta ton yang ditangani pada tahun 2022.
Khususnya, volume curah kering melonjak dari 14,06 juta ton menjadi 17,4 juta ton, mewakili pertumbuhan sebesar 22,88 persen.
Demikian pula, volume kargo curah mengalami peningkatan besar dari 1,66 juta ton pada tahun 2022 menjadi 2,17 juta ton pada tahun 2023, atau meningkat sebesar 30,72 persen.
Namun, volume cairan mengalami penurunan yang signifikan dari 2,67 juta ton pada tahun 2022 menjadi 1,79 juta ton pada tahun 2023, yang menunjukkan penurunan lebih dari 33 persen.
Aktivitas transhipment menurun dari 3,94 juta TEU menjadi 3,3 juta TEU pada periode yang sama.
Meskipun demikian, volume impor dan ekspor tetap stabil masing-masing sebesar 125.585 TEU dan 153.629 TEU, mencerminkan angka yang sama pada tahun 2022.
Asyad membawahi beberapa pelabuhan yang saling terhubung di Oman, termasuk Sohar dan Duqm.
Sohar baru-baru ini merayakan dua dekade operasinya sebagai pintu gerbang utama impor dan ekspor.
Saat ini negara ini menyumbang 2,1 persen terhadap PDB negara tersebut dan menangani 80 persen perdagangannya.
Sementara itu, di Duqm, Terminal Kontainer Asyad yang baru beroperasi memiliki tiga tempat berlabuh, sebuah dermaga sepanjang lebih dari 1.000 meter, kapasitas produksi melebihi satu juta TEU, dan kemampuan penumpukan untuk lebih dari 600 kontainer reefer. (**/scn)






























