Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta minta agar PT Pelindo Tanjung Priok segera mengoperasikan buffer area yang sudah dilengkapi sistem yang sudah terintegrasi dengan truk, sehingga kemacetan di dalam pelabuhan dapat berkurang.
“Hampir setiap hari di dalam pelabuhan, terutama truk-truk yang mau masuk ke terminal 3 pelabuhan Priok mengantre panjang, dan itu berdampak pada kecepatan lalu lintas barang,” kata Widiyanto, Ketua ALFI Jakarta kepada Ocean Week, didampingi Kadar (wakil katua), di Jakarta, Rabu (30/1).
Menurut dia, Pelindo jangan hanya mengumbar janji untuk buffer area trucking. Namun sampai sekarang belum terealisasi. Selain itu, ALFI juga minta supaya gate untuk terminal pelabuhan 3 ditambah, sehingga truk-truk yang keluar masuk ke terminal tersebut tak terhambat.
Memang, kata Widiyanto, salah satu penyumbang kemacetan di dalam pelabuhan Priok, selain adanya kegiatan di depo Agung Raya, juga di terminal pelabuhan 3. “Ini mesti dicari solusinya, dan itu tugas Pelindo,” ungkapnya.
Apalagi, tambah Kadar, kalau mulai 4 Februari nanti, Pelindo sudah menerapkan gate pas elektronik secara full. “Itu akan menambah kemacetan juga di luar pelabuhan. Padahal setiap hari, Priok macet terus. Ini malah justru menambah kemacetan,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu, GM Pelindo Tanjung Priok Mulyadi kepada Ocean Week menyatakan kalau pihaknya sudah menyiapkan buffer area di wilayah Inggom. “Sekarang sedang dibuatkan sistem untuk bisa integrasi dengan truk. Jadi nantinya truk-truk yang mau kegiatan mesti masuk ke buffer area dulu, setelah ada penggilan karena dokumen sudah selesai, truk baru jalan ke terminal,” kata Mulyadi. (***)





























