Siti Hardijanti Rukmana atau familiar dipanggil mbak Tutut Soeharto menyerahkan bantuan 10 unit kapal dari Yayasan Dana Gotong Royong dan Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto kepada nelayan di Way Muli yang kapalnya hancur akibat tsunami pada 22 Desember 2018 lalu.
“Bantuan yang diberikan sekarang ini sepuluh unit kapal beserta mesin kapal. Ini adalah bantuan awal dan kedepan akan dilihat seperti apa kebutuhan warga,” kata Mbak Tutut di Lampung, Selasa (29/1). Sebelumnya, pada tanggal 29 Desember 2018, Tutut juga datang ke wilayah ini untuk memberikan bantuan paket Sembako kepada para korban tsunami.
Mantan Menteri Sosial di era Orde Baru ini berharap dengan bantuan tersebut, para nelayan dapat kembali melaut untuk mencari nafkah. Sehingga roda perekonomian dapat terus berjalan. “Kami berharap bisa bermanfaat untuk mendorong kehidupan keluarga nelayan,” katanya.
Bantuan kapal tersebut nantinya akan di kelola oleh Koperasi Syariah Berkarya. “Bantuan ini adalah pancingan saja. Kami harapkan kedepan pemerintah dan pihak swasta lainnya dapat membantu para nelayan. Kita lihat nelayan sangat membutuhkan kapal-kapal untuk melaut dan mencari nafkah,” ungkap Tutut.
Kepada para nelayan di Way Muli, Tutut berpesan agar bisa kembali bangkit dari keterpurukan bencana alam. “Mari kita sama-sama bangkit menuju yang lebih baik lagi,” kata dia. (lp/***)






























