Terminal Teluk Lamong (TTL) mentargetkan throughput tahun 2024 ini bisa mencapai 879,979 TEUs.
“Kami optimis bisa tercapai, sampai April saja sudah tercatat 268.995 TEUs,” ujar David P Sirait, Dirut PT TTL menjawab Ocean Week di Surabaya, baru-baru ini.
Ketika ditanya kenapa tak mentargetkan 1 juta TEUs, David secara diplomatis mengatakan bahwa pada saatnya pasti akan mencapai ke angka tersebut. “Pelan-pelan saja, dan pasti nanti bisa mencapai kesana,” ungkapnya.
Optimis David di tahun ini bisa tembus menangani hampir 900 ribu TEUs itu bukan tanpa alasan, karena tahun ini ada tambahan beberapa kapal yang merupakan pasar baru.
Ada Wan Hai, KMTC, dan Interasia Line yang kapal-kapal nya sudah masuk ke TTL dengan rute Surabaya sampai India, melalui Singapura dan Malaysia.
David juga menyampaikan untuk mengejar target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi.
“Dari sisi komersial yang dilakukan TTL salah satunya adalah menggali potensi pasar baru serta mulai membuka peluang bisnis dari sisi pemilik barang dan industri. Dan kami mempunyai SDM komersial yang bagus,” katanya disela persentasi kepada rombongan Interasia Line, Kamis (23/5) di Kantornya.
Menurut David, perseroan juga meyiapkan strategi perkuatan dari sisi operasional yang dilakukan TTL, dan itu akan berfokus pada lima hal yaitu Skilled Frontline Operations, Safety Environment, Optimal Port Equipment Availability, Standardized Operations Based on P&C, Cost Efficiency in Operations.
“Strategi lain yang telah dilakukan tahun sebelumnya dan dilanjutkan adalah revenue enhancement dan cost efficiency,” ungkapnya.
Kata David, revenue enhancement terus dilakukan melalui penambahan trafik kapal domestik ataupun internasional yang ke TTL, baik penambahan pelayanan rute-rute baru ataupun penambahan kapal-kapal adhoc.
Di sisi lain juga dilakukan cost efficiency melalui program efisiensi penggunaan BBM dan listrik dengan mengkaji proses untuk mendapatkan pola operasi yang lebih efektif.
TTL juga selalu menjaga kemitraannya dengan para pelanggannya. Sehingga pelanggan domestik seperti Meratus, Temas Line Tbk, serta beberapa pelayaran internasional merasa ‘betah’ untuk tetap menggunakan TTL sebagai kegiatannya.
Untuk aktivitas di dermaga curah, David mengungkapkan terus melakukan peningkatan layanan. Bulan lalu, TTL berhasil melayani kapal MV Danae R dengan panjang 225 meter dan memiliki kedalaman 13,27 meter, mengangkut sebanyak 68.733 ton.

“Itu menjadi kapal curah dengan draft terdalam yang pernah sandar di TTL dan masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak,” katanya.
Dia menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur dan efektifitas operasional bongkar di TTL berhasil menarik minat kapal berukuran besar yang membutuhkan kedalaman kolam mumpuni.
“MV Danae R berhasil sandar dengan lancar di dermaga curah kering TTL, memecahkan rekor MV Tramontana dengan draft 13.14 meter yang singgah di TTL pada 2022 lalu,” ungkapnya.
Ramah Lingkungan
Seperti diketahui bahwa Terminal Teluk Lamong memiliki komitmen mewujudkan terminal green port (ramah lingkungan) yang terbaik dengan mengelola dampak lingkungan secara efektif melalui upaya pencegahan pencemaran, konservasi air, konservasi energi, dan berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati.
TTL juga terintegrasi melalui sistem aplikasi yang inovatif dalam upaya mendukung kelancaran proses bongkar muat yang efektif dan efisien.
Terminal ini didukung fasilitas dermaga internasional dengan panjang dermaga 650 M, kedalaman -14 MLWS.
Sedangkan dermaga domestik mempunyai panjang 600 M, kedalaman -12 MLWS, dermaga curah kering dengan panjang 250 M, kedalaman -12,7 MLWS, lalu 10 Silo kapasitas 10×8000 MT, 2 flat storage kapasitas 2×60.000 MT.
Untuk curah didukung GSU crane kapasitas bongkar 2.000 ton per hari, kapasitas grab 50 ton, conveyor dengan panjang 2×1400 M, kapasitas 2×2000 MT/hari.
Sementara untuk lapangan penumpukan ada 10 blok dilengkapi 2 unit ASC per blok, land transfer Area dengan 5 Lane/block, water side transfer Area dengan sistem docking dan RFID.
Ethan Yang, owner representatif Interasia Line berharap Terminal Teluk Lamong dapat menjaga performanya untuk bisa memberikan layanan terbaiknya kepada para pelanggannya. “Kami berharap kerjasama antara Interasia Line dengan Teluk Lamong dapat terus berjalan sesuai harapan,” ujarnya diiyakan Hendrik Lengkong, Direktur pelayaran Tresnamuda Sejati. (**)





























