• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sunday, February 15, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

    Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IKT

    Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IKT

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

    Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IKT

    Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IKT

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Tol Laut Jalan Terus, Sudah Minta Anggaran Rp 1,124 T

oceanweek by oceanweek
October 8, 2024
in Berita Lain
Tol Laut Jalan Terus, Sudah Minta Anggaran Rp 1,124 T
345
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub berharap program tol laut bisa dilanjutkan pada pemerintahan Presiden Prabowo, mengingat tol laut sangat memberi manfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Apalagi, Ditjen Hubla sudah mengajukan anggaran untuk tol laut di tahun 2025 sebesar Rp 1,124 triliun.

Dirjen perhubungan laut Antoni Arif Priadi mengungkapkan hal itu, dalam acara coffee morning Ditlala bersama Forwahub, bertempat di ruang Sriwijaya, Kemenhub, Jakarta, Selasa (8/10/2024).

“Tol laut terus lah, termasuk program kapal perintis, karena itu dua hal yang berbeda, tol laut untuk angkutan barang, sedangkan kapal perintis untuk angkutan penumpang (orang),” ujar Antoni menjawab wartawan.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla Capt. Hartanto juga menyatakan hal yang sama bahwa tol laut akan lanjut. “Program tol laut sangat memberi manfaat buat masyarakat di 3TP, juga bisa menjadikan disparitas harga antara barang di pulau Jawa dan Pulau lain terjadi,” ungkapnya.

“Tol laut diharapkan dilanjutkan, dan kami sudah mengajukan anggaran untuk itu sebesar Rp 1,124 T anggaran 2025,” kata Hartanto.

Direktur Lala menyampaikan akan terus melakukan evaluasi terhadap pola atau sistem operasional tol laut. “Kita tetap akan melakukan evaluasi untuk lebih baik lagi, harapannya pola yang akan diterapkan nanti dapat lebih efektif, dan kita tetap memberikan subsidi,” ucapnya.

Capt. Hartanto mengakui jika pelaksanaan Tol laut sangat kompleks, perlu koordinasi antara instansi pemerintah di daerah dengan pelaku.

“Pemerintah daerah juga harus terus mendukung, sayangnya belum maksimal. Kargo balik hanya 30%, ini perlu peran semua pihak di daerah untuk mendukung berhasilnya program tol laut dan lainnya,” ujarnya menjawab mengenai belum optimalnya muatan balik dari berbagai daerah.

Hartanto juga menegaskan, sekarang ini sudah ada 39 trayek tol laut menyinggahi 115 pelabuhan, lalu ada 107 trayek perintis dengan 496 pelabuhan singgah, lalu rede ada 16 trayek.

Direktur Lala, Hartanto. (**)

Dia pun merinci, sebanyak 12 % trayek melayani Indonesia barat, kemudian 41% trayek melayani Indonesia bagian tengah, dan 54% trayek melayani Indonesia bagian timur.

Tol laut juga dipandang sangat membantu dalam menurunkan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Untuk diketahui bahwa tujuan tol laut adalah untuk mengurangi kesenjangan distribusi barang dan meningkatkan konektivitas antarpulau. Tol laut berperan krusial dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Tol laut Menggembirakan 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa capaian kinerja tol laut sangat menggembirakan. Salah satu tujuan utama program ini adalah mengurangi disparitas harga barang di berbagai wilayah, khususnya di Indonesia bagian timur, yang selama ini mengalami perbedaan harga yang signifikan dibandingkan dengan wilayah-wilayah di Indonesia bagian barat.

“Dengan adanya tol laut, harga barang pokok dapat turun hingga 30 persen, terutama di wilayah 3TP. Ini sangat membantu dalam menurunkan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Budi Karya.

Hingga kini, tol laut telah menghubungkan 115 pelabuhan di seluruh Indonesia dengan 39 trayek aktif, mempercepat distribusi barang ke berbagai daerah, yang sebelumnya sulit dijangkau.

Menurut Budi, program ini menciptakan pemerataan distribusi barang di wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi, seperti masyarakat di Papua dan Maluku, yang kini bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau.

Menhub pun mengatakan, Tol laut tidak hanya berkontribusi dalam efisiensi distribusi, melainkan juga dalam pengembangan industri kecil dan menengah (UKM) di daerah tersebut. Produk-produk lokal, seperti ikan dari Maluku, rumput laut dari Nusa Tenggara, hingga beras dari Merauke kini dapat didistribusikan lebih mudah ke seluruh Indonesia.

Di beberapa wilayah, seperti NTT dan Papua, meskipun masih menyandang status sebagai daerah termiskin, tol laut telah membuka peluang ekonomi baru.

“Kupang, misalnya, kini memiliki industri-industri kecil yang tumbuh seiring dengan kemudahan akses distribusi yang disediakan tol laut. Ini adalah langkah awal yang penting dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah,” katanya.

Kapal tol laut. (**)

Dengan pencapaian yang telah diraih selama 10 tahun terakhir, pemerintah berencana untuk menambah trayek baru serta memperkuat integrasi logistik nasional dengan tol laut. “Kami menargetkan penambahan trayek hingga 10–25 persen dalam beberapa tahun ke depan, terutama untuk wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau secara optimal,” ucap Menhub.

Dengan capaian yang terus meningkat, program tersebut menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur maritim dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. “Tol laut adalah jembatan untuk menghubungkan semua pulau, agar setiap warga negara merasakan manfaatnya”.

Dalam kesempatan coffee morning tersebut, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Antoni Arif Priadi menyampaikan bahwa program Tol Laut awalnya hanya terdiri 11 trayek, namun kini setelah hampir satu dekade jangkauannya makin luas hingga 39 trayek.

Antoni mengungkapkan, dari data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, sekarang ada 39 trayek tol laut  menyinggahi 115 pelabuhan, lalu trayek perintis sebanyak 107, dan menyinggahi 496 pelabuhan, kemudian trayek rede ada 16 trayek.

Dirjen Hubla Antoni menambahkan bahwa pada tahun 2024 sampai September, angkutan tol laut sudah melayani 24.556 TEUs dan non petikemas sebanyak 851,7 ton.

Di sisi lain, ungkap Antoni, beberapa trayek Tol Laut sudah mulai ada yang menjadi kawasan komersial dan subsidinya dikurangi, misalnya di Kupang dan Maumere. “Subsidi yang berkurang itu bisa diarahkan ke daerah yang masih butuh disinggahi Tol Laut,” ujarnya.

Dirjen Hubla juga menjelaskan bahwa subsidi angkutan Tol Laut diberikan ke daerah yang volume bongkar muat logistiknya masih sedikit. “Subsidi tersebut diharapkan bisa memicu perekonomian daerah, sehingga volume logistiknya bisa bertambah dan bisa beroperasi komersial tanpa subsidi,” katanya.

Tol Laut Primadona

Ditempat sama, Direktur Lala Ditjen Hubla, Hartanto mengatakan bahwa program tol laut, perintis dan rede itu bisa dijadikan sebagai program yang diunggulkan dan menjadi primadona.

“Bayangkan saja jika ribuan pulau tak disinggahi kapal, bagaimana daerah itu jadinya,” ujar Hartanto.

Hartanto juga menegaskan jika sekarang sudah ada 39 trayek tol laut menyinggahi 115 pelabuhan, lalu ada 107 trayek perintis dengan 496 pelabuhan singgah, lalu rede ada 16 trayek.

“Jumlah kapal yang melayani trayek ada 107 unit,” ucapnya.

Dia pun merinci, sebanyak 12 % trayek melayani Indonesia barat, kemudian 41% trayek melayani Indonesia bagian tengah, dan 54% trayek melayani Indonesia bagian timur.

Hartanto menambahkan, bahwa trayek perintis akan ada penambahan tujuh unit kapal. “Tahun 2025 sudah 116 kapal yang terdiri dari 100 laik laut, 16 kapal tak laik laut,” jelasnya.

Hartanto berharap, program yang bagus ini agar bisa terus berlanjut di era pemerintahan baru nanti.

Menjawab masalah seringnya Inaportnet trouble, Hartanto mengakui bahwa tidak dipungkiri kalau Inaportnet terkadang trouble, namun untuk mengatasi operasional di lapangan, dilakukan dengan cara manual. “Itu sudah ada aturannya, begitu trouble langsung bisa manual, hanya saja data-data kegiatan kapal yang ada saat terjadi trouble nantinya harus dimasukkan dalam sistem Inaportnet kalau sudah normal kembali,” katanya.

Hartanto menambahkan bahwa program  tol laut , Inaportnet dan kapal ternak tak akan berhasil jika tak ada dukungan dari pemerintah daerah dan semua pihak yang terkait. (***)

Previous Post

PT MUSTIKA ALAM LESTARI

Next Post

TPS SURABAYA

Next Post

TPS SURABAYA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6273 shares
    Share 2509 Tweet 1568
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5439 shares
    Share 2176 Tweet 1360
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4533 shares
    Share 1813 Tweet 1133
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4191 shares
    Share 1676 Tweet 1048
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3882 shares
    Share 1553 Tweet 971

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

PTP Nonpetikemas Sabet INSAN PR INDONESIA 2026

PTP Nonpetikemas Sabet INSAN PR INDONESIA 2026

February 14, 2026
Dermaga Pelabuhan Agats Rubuh, Saat Ada Kegiatan Bongkar Muat

Dermaga Pelabuhan Agats Rubuh, Saat Ada Kegiatan Bongkar Muat

February 14, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.