Menjelang pemberlakuan surat keputusan bersama (SKB) hari Jumat (13/3), di dalam pelabuhan Tanjung Priok tampak sepi. Sebaliknya ruas jalan tol JORR siang ini dari Tanjung Priok ke arah tol Cikampek macet mulai KM 49.
Banyak nya truk petikemas yang keluar dari pelabuhan, menurut Ketua Aptrindo Jakarta Dharmawan Witanto, kemungkinan besar truk petikemas itu memang sedang berusaha menghindari pemberlakuan SKB (Surat Keputusan Bersama) tentang pembatasan operasional angkutan barang yang akan berlaku mulai 13 Maret 2026.
“Pemerintah memberlakukan aturan ini untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan selama periode Lebaran,” ujar Akong (panggilan familiarnya).
Kata dia, Truk-truk itu mungkin ingin menyelesaikan pengiriman logistik sebelum batas waktu pembatasan operasional angkutan barang dimulai. Selain itu, ada juga kemungkinan bahwa truk-truk tersebut sedang melakukan pengiriman barang yang dikecualikan dari pembatasan, seperti BBM, hewan ternak, pupuk, atau bantuan bencana alam.

Tapi, ungkap Akong, perlu diingat bahwa aturan ini bisa berubah, dan sebaiknya cek langsung dengan pihak terkait untuk informasi yang lebih akurat. “Kamu bisa hubungi Kemenhub atau member Aptrindo untuk konfirmasi lebih lanjut,” katanya meminta Ocean Week menanyakan ke para pihak.
Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional menjelang periode Angkutan Lebaran (Angleb) 2026.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang dipimpin oleh Dirlantas Polda Metro Jaya.
Kegiatan yang berlangsung di Museum Maritim Indonesia ini juga di hadiri oleh Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Hendri Ginting, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (KSOP), Heru Susanto, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Tri Saputra dan Asosiasi Logistik dan Asosiasi Trucking.
Sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional, terutama pada momen peningkatan mobilitas masyarakat seperti Lebaran. Oleh karena itu, sinergi antara operator pelabuhan, kepolisian, serta para pemangku kepentingan logistik dan transportasi menjadi faktor penting dalam mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di kawasan pelabuhan dan sekitarnya.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra menyampaikan bahwa koordinasi yang dilakukan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya merupakan bagian dari langkah proaktif perusahaan dalam memastikan aktivitas logistik tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali selama periode Angkutan Lebaran.

“Pelindo Regional 2 Tanjung Priok berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya kepolisian, guna memastikan kelancaran arus kendaraan logistik di kawasan pelabuhan. Dengan perencanaan yang matang serta kolaborasi yang baik, kami optimistis kegiatan operasional pelabuhan selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Kamarudin, S.I.K., M.M. memaparkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas serta langkah antisipatif untuk mengelola potensi peningkatan volume kendaraan, khususnya kendaraan logistik yang keluar masuk kawasan pelabuhan. Beberapa strategi yang dibahas antara lain pengaturan jalur distribusi, rekayasa lalu lintas, serta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan kepadatan.
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok juga terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan, mulai dari optimalisasi sistem operasional, penguatan koordinasi dengan operator terminal dan perusahaan logistik, hingga pemanfaatan teknologi untuk memantau pergerakan kendaraan di area pelabuhan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pelindo berharap seluruh aktivitas kepelabuhanan dapat tetap berjalan optimal sehingga distribusi barang kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran dapat berlangsung dengan lancar. (***)






























