PT Pelayaran Tresna Muda Sejati (TMS) melalui anak usahanya PT Jameson Freight Semesta mengirim ex pesawat ke Shanghai, menggunakan kapal Fortune Island dari dermaga 115 pelabuhan Tanjung Priok, dan mampir dulu ke pelabuhan Singapura, sebelum ke negara tujuan.
“Kegiatan pengiriman scrap pesawat itu sudah kedelapan kali dilakukan TMS. Kalau pada Senin (30/7) lalu pesawat bekas perusahaan penerbangan Batavia itu dikirim ke Sexkou China. Biasanya ke Shanghai,” kata Sunarno (akrab dipanggil Nano), Manajer Pelayaran TMS kepada Ocean Week, Selasa malam (31/7), di Priok.
Menurut Nano, pesawat-pesawat tersebut biasanya dibuat restoran atau untuk sekolah penerbangan. “Kalau pesawat yang tanpa mesin dan roda, biasanya dibuat untuk restauran. Tapi jika pesawat itu lengkap (ada mesin dan roda) akan dijadikan sekolah penerbangan,” ungkap Nano.
Bendahara DPC INSA Jaya ini menceritakan, selama menangani ekspor ex pesawat, Nano mengaku belum ada kendala berarti. Prosesnya, setelah pesawat dipotong, kemudian diangkut menggunakan Lobet dari Cengkareng dibawa ke pelabuhan Priok untuk dikapalkan.
“Selama ini pengapalannya melalui JICT atau TPK Koja, tapi yang pesawat ex Batavia dikapalkan dari dermaga 115 Tanjung Priok,” ujarnya lagi. (***)




























