Pelayaran Tempuran Emas (Temas) tertarik untuk ikut tender 6 tambahan rute tol laut yang akan dilaksanakan Kementerian Perhubungan cq. Perhubungan Laut, pada pertengahan bulan November 2019 ini.
“Kami tertarik untuk ikut, terutama yang rute menggunakan kapal kontainer,” kata Tedi Arief Setiawan, direktur Temas Line kepada Ocean Week, di Jakarta, Selasa (5/11).
Namun, dia mengaku belum mengetahui detilnya, bagaimana model tender yang akan dilakukan Perhubungan Laut, apakah seperti tender yang sudah-sudah atau ada bentuk lain.
Tedi juga menanyakan untuk trayek Cilacap-Banyuwangi-Pacitan-Cilacap, apakah menggunakan kapal Kendhaga atau kapal Logistik Nusantara.
Sebab, sepengetahuan Tedi, untuk rute Cilacap-Banyuwangi tersebut untuk non petikemas.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayaran Rakyat Sub Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut, Hasan Sadili menyatakan jika tender untuk 6 rute tol laut tambahan merupakan tender bersifat tidak mengikat.
“Kalau pelayaran yang sudah pernah ikut tender pasti sudah tau aturannya bagaimana,” kata Hasan.
Menurut Hasan, tender ini bisa diikuti oleh perusahaan pelayaran siapa saja, dan darimana saja. “Sistem lelang umum,” ungkapnya.
Untuk diketahui, 6 trayek tol laut 2020 yang akan ditender tersebut, yakni T16 rute Tanjung Perak-Wanci-Namrole-Namlea-P.Obi-Tanjung Perak.
Lalu T17 yakni Tanjung Perak-Saumlaki-Dobo-Elat-Perak. Kemudian T19, trayek Cilacap-Banyuwangi-Pacitan-Banyuwangi-Celukan Bawang-Banyuwangi-Pacitan-Cilacap.
Kemudian T9 dengan rute Tanjung Perak-Oransbar-Wasior-Nabire-Serui-Waren-Teba-Tanjung Perak.
Lalu T11 untuk rute Tanjung Perak-Fak fak-Kaimana-Timika-Agats-Tanjung Perak. Dan T1 dengan rute Tanjung Priok-Lhokseumawe-Malahayati-Sabang-Tapak Tuan-Tanjung Priok. (***)




























