Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan akan mengevaluasi tarif progresif yang diterapkan di pelabuhan Tanjung Priok, apakah masih perlu dipertahankan atau dihapuskan.
“Kita akan evaluasi lebih dulu tarif progresif itu, apakah masih tetap diberlakukan atau dihapuskan, kita akan lihat perkembangannya,” kata Menhub Budi Karya Sumadi kepada pers, usai meninjau di JICT dan berdialog dengan para pengguna jasa, Kamis (5/4).
Menhub datang ke JICT didampingi Dirjenla Agus Purnomo dan Kepala OP Tanjung Priok Arif Toha. Menhub Budi menyempatkan melakukan dialog dengan beberapa pengguna jasa pelabuhan Tanjung Priok, untuk memperoleh masukan terkait dengan dwelling time.
Para pengguna jasa tersebut mayoritas menyoal lambannya kinerja instansi Karantina, karena minimnya fasilitas dan SDM-nya.
Hal yang cukup mendapat perhatian Menhub Budi salah satunya, kenapa banyak kontainer yang long stay di Priok.
Para pengguna jasa pun berharap, on line sistem di pelabuhan Priok benar-benar dapat terintegrasi sehingga masalah yang masih terjadi di pelabuhan bisa diminimalisir.
Sementara itu, WS Wiryawan, komisaris JICT mengungkapkan agar integrasi Inaportnet dan INSW plus DO Online penting.
“Perlu didorong oleh semua pihak,” katanya. (***)




























