Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP) Malaysia adalah pusat transhipment tersibuk di Malaysia dengan kapasitas menangani 13 juta TEU setiap tahunnya.
Pelabuhan yang merupakan perusahaan patungan antara MMC Group dan APM Terminals, telah mencatat rekor volume perpindahan baru dengan 13,700 perpindahan dermaga dalam satu shift 12 jam, memecahkan rekor shift mereka sebelumnya yang tercatat 12,557 perpindahan yang dicapai pada tahun 2016.
Hasil ini juga mencatat rekor pergerakan per jam baru yaitu 1.308 pergerakan di dermaga dalam satu jam, menurut Container News Yunani.
Marco Neelsen, CEO PTP mengatakan pencapaian terbaru ini semakin menggarisbawahi posisi PTP sebagai terminal peti kemas tersibuk di Malaysia.
Selain itu, PTP telah menerapkan berbagai solusi berkelanjutan termasuk upaya mengurangi jejak karbon dengan melistriki peralatannya, memperkenalkan berbagai inisiatif otomasi seperti program digitalisasi aset, berkolaborasi dengan akademisi lokal dalam studi proyek otomasi penggerak utama serta memperkenalkan agenda pemberdayaan perempuan ke dalam industri.
Menarik lebih banyak talenta perempuan lokal ke dalam angkatan kerjanya, terutama sebagai pengemudi peralatan terminal.
Sebelumnya, PTP berhasil menangani sebanyak 11,2 juta TEU atau tumbuh sebesar 14% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini menjadikan PTP sebagai pelabuhan pertama di Malaysia yang berhasil melampaui 11 juta TEU dalam waktu satu tahun.
Dengan meningkatnya permintaan dari pelanggan dan prospek pertumbuhan, fokus utama PTP ke depan adalah mengoptimalkan jejak terminal saat ini hingga 15 juta TEU di tahun-tahun mendatang.
Agar bisa mewujudkan tujuan memperluas kapasitas pelabuhan ini, Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP) Malaysia melakukan investasi sebesar RM 750 juta. (**)





























