Kegiatan layanan kapal barang maupun penumpang di pelabuhan Tanjung Emas Semarang dinilai masih normal, hanya saja pada kapal penumpang terjadi sedikit lonjakan.
“Layanan akhir tahun untuk kapal penumpang ada sedikit tambahan kesibukan, tapi tetap lancar, sedangkan layanan untuk kapal barang masih biasa saja, tetap aman dan lancar tidak ada lonjakan yang berarti,” ungkap Ketua DPC INSA Semarang, Ridwan saat dihubungi Ocean Week, per telpon Rabu pagi ini (27/12).
Ridwan mengakui kalau volume kedatangan kapal penumpang melonjak, khususnya kapal turis. “Catatan Pelindo Tanjung Emas menyebutkan bahwa sekitar 13 kapal pesiar telah singgah di Tanjung Emas selama tahun 2017 ini,” ujarnya lagi.
Sementara untuk arus barang, menurut Ridwan, belum terjadi lonjakan berarti. Arus barang komoditas nonpeti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih didominasi oleh curah kering berkisar 2,3 juta ton lebih, curah cair sebanyak 800 ribu ton lebih, lainnya general cargo, dan bag cargo.
Ketua Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas Semarang, Supriyono, pengiriman barang ekspor maupun impor melalui Pelabuhan Tanjung Emas, meningkat tajam hingga 20 persen.
Untuk diketahui bahwa Pelindo Tanjung Emas berencana melakukan reklamasi. Proyek reklamasi tahap awal ini seluas 22 hektar, tepatnya di timur pelabuhan, menelan anggaran sebesar Rp 150 miliar.
Dana tersebut merupakan bagian dari investasi rencana induk pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang telah ditetapkan sejak tahun 2012 lalu.
Saat ini, pelabuhan Tanjung Emas sering digenangi air ‘rob’ laut, sehingga sering mengganggu aktivitas karena pelabuhan digenangi air. Beberapa minggu lalu, pelabuhan ini juga terkena banjir, akibatnya petikemas yang akan dimuat ke kapal terpaksa tertunda.
Ridwan berharap di tahun-tahun mendatang, pengelola pelabuhan Tanjung Emas dapat mengatasi problematika yang ada di pelabuhan ini, sehingga penggung jasa dimuat nyaman dan aman. (***)




























