PT Pelindo Cabang Tanjung Priok mengundang swasta maupun BUMN untuk memanfaatkan container yard (CY) di wilayah Inggom seluas 4 hektar dengan pola kerjasama, karena masih tersedia space untuk kegiatan petikemas.
“Saat ini sudah ada mitra yakni SPIL yang memanfaatkan 1,5 hektar lahan lapangan penumpukan itu untuk stuffing dan stripping petikemas. Bahkan SPIL sudah membayar sebesar Rp 1,1 milyar dari aktivitas penggunaan lahan tersebut,” kata Budi Utoyo Deputy Operasi Pelindo II Cabang Tanjung Priok, didampingi Sukaca, Asisten Deputy Operasi dan Arif (Humas), kepada Ocean Week, di Inggom Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (27/12).

Menurut Sukaca, sebenarnya sudah ada sejumlah perusahaan pelayaran yang berminat untuk masuk sebagai mitra di CY itu, antara lain Samudera Indonesia, PT Multi Terminal Indonesia (MTI), dan Meratus, tapi hingga sekarang belum ada follow up.
“Kami menunggu dari mereka, sebab dari hari ke hari, bulan ke bulan, aktivitas disini terus meningkat,” ungkapnya.
Sukaca menambahkan, bahwa pihak Bea Cukai pada Desember tahun lalu pernah berencana untuk menjadikan areal CY itu sebagai TPP (Tempat Penimbunan Petikemas) seluas 4 jektar, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Bea Cukai.
Sukaca juga menceritakan jika di Inggom, setiap bulan sekitar 60 tongkang dan LCT berkegiatan disini. Bahkan pada bulan November 2017 lalu mencapai 112 call. Ada yang membawa pasir dan barang lain. Rata-rata per tongkang bermuatan 3500 ton. “Kami ada dua dermaga yang eksisting yakni dermaga utama sepanjang 200 meter dan dermaga beaching dengan panjang 100 meter. Di kedua dermaga ini BOR-nya sudah diatas 70%, makanya sangat padat sekali,” ucapnya lagi.
Pihaknya mentarget, produktivitas bongkar muatan capat, misalnya muatan 5.000 ton ditarget dalam 24 jam sudah selesai bongkar.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap dermaga talut sepanjang 187 meter segera dapat dioperasikan. “Sekarang sedang diurus ijinnya, mudah-mudahan semester II tahun 2018 sudah bisa dioperasikan,” jelas Sukaca.
Di areal Inggom ini juga telah disiapkan lahan parkir seluas 2 haktar dari total lahan seluas 5 hektar. “Sekarang belum dioperasikan karena masih menunggu selesainya sistem yang nantinya terintegrasi dengan tempat lain di pelabuhan Priok. Jadi kedepannya, semua truk sebelum masuk ke tempat yang dituju untuk urusan dokumen, parkir dulu disini, sehingga tidak macet,” jelas Sukaca.
Dengan tingginya aktivitas kapal dan barang melalui dermaga Inggom, pihaknya mentarget di tahun 2018 bisa menangani sebesar 3 juta ton. (***)


























