PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk mentargetkan 4 kapal baru pesanannya yang dibangun di Batam bisa selesai akhir Agustus 2020.
“Karena Pandemi covid-19, rencana penambahan 4 kapal baru yang sedianya Juni 2020 sudah bisa dioperasikan, mundur jadi akhir Agustus selesai dibangun,” kata Direktur Armada dan Teknik PT JAI (IPCM), Capt. Supardi kepada Ocean Week, di kantornya, Senin (29/6).
Ke-4 ASD Tug Horse Power masing masing tunda 4400 HP tersebut, rencananya dua akan diperuntukan sebagai layanan tunda di pelabuhan Patimban, dan Tanjung Priok.
“Dengan selesainya 4 kapal baru, total kapal yang dioperasikan JAI menjadi 54 unit,” ungkap Capt. Pardi.
Menurut dia, setelah 4 kapal tambahan itu selesai dibangun dan dioperasikan, berikutnya JAI kembali akan melaksanakan pembangunan armada 4 ASD Tug Horse Power masing masing tunda 4400 HP.
JAI saat ini telah memperoleh kepercayaan dari regulator dan pelanggan.
Bukan hanya meningkatkan kualitas layanan di pasar eksisting, tapi juga telah berhasil memperluas pasar pemanduan dan penundaan antara lain di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Kemudian untuk menjamin kesiapan operasi armada (availiability), disamping menggunakan Jasa Armada Indonesia Maintenance System (JAIMS/By AMOS), khusus untuk pekerjaan perawatan, perbaikan, dan docking kapal-kapal, IPCM bekerjasama juga dengan PT Rukindo (Persero). Sinergi disini sangat menguntungkan kedua belah pihak, sebagai bentuk sinergi BUMN, dimana Rukindo telah berpengalaman dan juga punya docking space yang berada di lingkungan usaha IPCM sehingga memudahkan dan menghemat bahan bakar untuk mobilisasi kapal-kapal yang akan docking dan dapat menjamin keaslian sparepart dan alat-alat lainnya untuk perawatan Kapal Tunda, Pandu dan Kepil,” kata Supardi.
Dia juga menyatakan, perseroan saat ini telah megalokasikan belanja modal untuk penambahan 4 unit ASD Tug Horse Power masing masing tunda 4400 HP sebesar Rp230 miliar yang diharapkan mulai dioperasionalkan pada Juni 2020.
Selain menambah armada, emiten berkode saham IPCM ini memiliki sejumlah rencana strategis untuk menjamin kesiapan operasi armada (availiability). (**)





























