PT Pelabuhan II Cabang Sunda Kelapa sedang melakukan penataan sistem layanan dari manual ke digitalisasi. Untuk tahun 2019, perusahaan plat merah ini fokus pada dua pengembangan program Auto Gate Pass SYstem (AGPS) dan ITOS (Information Terminal Operating System) berbasis digital.
“Kalau untuk Auto Gate Pass, mudah-mudahan Juni 2019 mendatang sudah Go Live, sedangkan ITOS diharapkan di tahun ini juga,” kata Achmad Fitriyantoro, Kepala Humas PT Pelindo II Cabang Sunda Kelapa kepada Ocean Week, di Kantornya, Senin sore (8/4).
Menurut dia, untuk AGPS saat ini sudah pada taraf penyambungan fiber optic cable ke gate. “Nantinya orang atau kendaraan yang masuk melalui tiga pintu di pelabuhan Sunda Kelapa, mesti menggunakan kartu, seperti di pelabuhan Tanjung Priok atau semacam E-Tol,” ungkap Fitriyantoro.
Selain itu, ujar Fitri, pihaknya juga tengah menyiapkan program ITOS di kegiatan petikemas. Mengingat aktivitas petikemas melalui pelabuhan ertua di Jakarta ini terus bertumbuh.

Berdasarkan data yang diperoleh, menyebutkan bahwa tahun 2018, throughput petikemas tercatat 80 ribu TEUs, sementara untuk barang-barang non petikemas yang ditangani hanya sekitar 2,9 juta ton.
Fitri berharap, dengan dilakukannya perubahan sistem dari manual ke digital, akan semakin efisien dan memudahkan pengguna jasa.
Pada Senin (8/4) sore, sewaktu Ocean Week menyempatkan berkeliling ke areal pelabuhan, tampak sejumlah wisatawan domestik tengah menikmati dan melihat kapal-kapal tradisional yang sandar di dermaga wisata. Mereka sedang asyik berfoto, mengabadikan kegiatan buruh panggul yang berada disitu.
Di tempat lapangan tumpukan kontainer, terlihat petikemas-petikemas tertata rapi, dan sore itu tak terlihat ada kegiatan untuk petikemas. Begitu pula pada tempat penumpukan pasir, tampak sepi.
Sunda Kelapa, sekarang ini memang tak hanya sebagai pelabuhan heritage, melainkan juga untuk kegiatan perdagangan antar pulau, baik pengapalannya menggunakan petikemas maupun non petikemas. (***)






























