Antrean panjang truk kontainer dan kendaraan pribadi menjadi pemandangan biasa di seputar pelabuhan Tanjung Priok, mulai dari depan JICT hingga akses masuk NPCT1.
Begitu pula dengan pintu pos 9 masuk ke pelabuhan Priok yang akses gate-nya sudah menggunakan kartu elektronik sejak 5 Oktober 2018 tahun lalu, macet akibat antre masuk melewati pintu pos 9 juga menjadi pemandangan day to day.
Seperti yang terjadi hari Jumat (10/5) ini, antrean mengular pun hingga sampai depan Bogasari. Ocean Week yang juga ingin masuk ke pelabuhan Priok, terpaksa harus sabar untuk bisa melewati pintu pos 9 yang hanya ada 3 pintu dibuka untuk kendaraan roda empat dan truk petikemas, serta satu pintu untuk motor.
Padahal dengan penggunaan kartu elektronik masuk ke gate pelabuhan Priok, diharapkan bisa lebih lancar, namun ini justru selalu macet.
Adakah yang keliru dengan penerapan sistem kartu elektronik masuk ke pelabuhan Priok. Atau dengan hanya 3 pintu masih kurang dan perlu ditambah gate. Ini mesti menjadi catatan bagi Pelindo Tanjung Priok, karena macet di pintu pos 9, turut pula memberi dampak kemacetan di jalan raya depan pelabuhan arah Cilincing atau sebaliknya.

Seperti diketahui, per tanggal 5 Oktober 2018, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Tanjung Priok resmi menerapkan E-pass atau kartu elektronik terhadap siapa saja yang mau masuk ke pelabuhan Tanjung Priok.
GM Pelindo Tanjung Priok, Mulyadi waktu itu kepada Ocean Week menyatakan,
Mulyadi menyatakan, bahwa Pelindo II berkomitmen menerapkan digital port di wilayah kerjanya. Termasuk di gerbang pelabuhan.
Perusahaan BUMN ini sudah menerapkan e-pass atau pass elektronik di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Ini merupakan program IPC yang diterapkan secara bertahap di seluruh cabang pelabuhan yang dikelola IPC. Untuk tahap pertama dilaksanakan di Cabang Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Direktur Operasi IPC Prasetyadi. (***)




























