Kepala Otorita Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Capt. Hermanta menyatakan solusi mengatasi kemacetan di pelabuhan Priok ada beberapa hal, antara lain optimalisasi penggunaan buffer area yang ada di ex. Inggom, lalu code booking, dan penggeseran akses masuk tol di dekat pelabuhan Priok.
“Tapi kalau yang di dalam pelabuhan kan kosong, ini aja (jumat) di dalam kosong, yang macet ya di luar,” kata Hermanta kepada Ocean Week, di Tanjung Priok, Jumat (10/5).
Makanya untuk solusi macet di pelabuhan Priok dan sekitarnya, jelas Hermanta, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua institusi terkait untuk mencari jalan keluarnya.
“Solusinya ya itu tadi, optimalisasi buffer area, terus truk-truk dengan sistem code booking, jadi truk yang nggak sudah clear dokumennya yang bisa masuk beraktifitas,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan supaya akses tol yang berdekatan dengan pelabuhan bisa digeser. “Tarif tol yang dari pintu masuk KBN dan depan Pertamina agar bisa ditinjau lagi, sehingga truk-truk mau lewat tol, dan macet bisa berkurang,” ungkap Hermanta.
Menjawab antrean truk petikemas yang keluar masuk ke Pelabuhan 3 (MAL, OJA, SI, IPC TPK), Hermanta menyatakan, secepatnya akan diterapkan sistem elektronik gate. “Mei ini sistem itu sudah diterapkan disini,” katanya.
Rencana penerapan sistem elektronik di pintu keluar masuk ke area pelabuhan 3, menurut Heru, direktur Operasi IPC TPK, akan mulai diterapkan sehabis Lebaran 2019.
“Habis Lebaran 2019 sistem elektronik gate di Pelabuhan 3 baru bisa diterapkan,” katanya saat dikonfirmasi Ocean Week, Jumat siang.
Hermanta berharap dengan beberapa solusi yang disampaikannya tersebut, semoga kacetan di Priok bisa terurai. (***)






























