Perusahaan galangan kapal, PT Steadfast Marine akan melakukan initial public offering (IPO). Sebanyak 350.003.000 lembar saham dilepas dengan harga antara Rp 110-Rp120 persaham. Harapannya dari IPO ini akan memperoleh dana segar sebesar Rp38,5 miliar sampai Rp 42 miliar.
Dana hasil penawaran umum perdana saham kepada publik tersebut akan digunakan untuk menambah kapal kapal. Perseroan menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin emisi.
“Salah satu produk yang ke depannya akan banyak dibutuhkan adalah kapal LNG. Hal ini mengingat Indonesia masih memiliki stok LNG yang cukup banyak, sehingga untuk pengangkutan akan dibutuhkan kapal jenis ini,” kata Eddy K Logam, Komisaris Utama PT Steadfast Marine, pada due diligence meeting & public expose IPO, di Jakarta.
Menurut Eddy, kedepan perusahaan akan banyak memproduksi kapal. Makanya, pihaknya berupaya memperkuat struktur modal, salah satunya melalui IPO.
Sementara itu Direktur Utama Steadfast Marine, Rudy Kurniawan menyatakan, salah satu fokus perusahaan adalah meningkatkan local content (penggunaan produk lokal) dalam pembuatan kapal kecil sekitar 80-90 persen. Sedangkan untuk kapal niaga, tanker dan kargo, 70% masih bahan impor, 30% bahan lokal.
Rudy juga mengungkapkan, bahwa Steadfast akan ekspansi bisnis ke wilayah Indonesia Timur, menyelaraskan dengan fokus pemerintah yang sedang giat mengembangkan kawasan Indonesia Timur.
Rudy mengatakan, pada 2017 lalu pendapatan dan laba bersih mencapai Rp 485,568 miliar dan Rp 10,087 miliar, meningkat dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat Rp 273,522 miliar dan laba bersih Rp 8,527 miliar.
“Tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar 10%,” kata Rudy. (***)



























