PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersinergi dengan PT Inalum (Persero) untuk mengangkut hasil produksi 8.000 ton aluminium dari Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menuju Tanjung Priok, Jakarta.
Pengangkutan perdana angkutan aluminium produk PT Inalum itu telah dilakukan proses muat barang yang berlangsung sejak Kamis minggu lalu.
“Saat ini Pelni memiliki delapan kapal barang untuk angkutan penugasan tol laut enam kapal kami gunakan untuk mendukung bisnis angkutan barang,” kata Kepala Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Ridwan Mandaliko melalui keterangan tertulisnya, Minggu (26/8).
Menurut dia, pada Minggu siang, kapal berangkat dari Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara ke Tanjung Priok Jakarta. “Angkutan aluminium ini untuk memasok kebutuhan industri yang berbasis bahan baku aluminium di Jabodetabek,” ujarnya.
Kapal-kapal Pelni sebagian untuk melayani trayek penugasan tol laut sebanyak enam kapal dan dua kapal lainnya untuk pengembangan bisnis perusahaan yang saat ini menyasar bisnis logistik. Pelni memiliki tiga kapal tipe Caraka dan 5 kapal Logistik Nusantara dengan berbagai ukuran dan kapasitas.
Rute pelayaran kapal barang Pelni non tol laut dilayani dengan sistem carter, kemana dan dimana ada muatan, Pelni siap memberikan pelayanan angkutan.
Melalui sinergi BUMN, lanjut Ridwan, Pelni telah melakukan sejumlah MoU dengan sesama BUMN pemilik produk industri yang menghasilkan atau membutuhkan barang dalam jumlah besar.
“Pelni telah melakukan MoU dengan puluhan BUMN untuk memaksimalkan alat produksinya mengangkut barang pemerintah dan BUMN. Dari MoU tahun ini, Pelni mulai mengimplementasikan sejumlah kesepakatan dengan sesama BUMN,” katanya. (ril/***)





























