PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) memastikan bahwa layanan di terminal petikemas di seluruh pelabuhan yang dikelola PTP akan tetap berlangsung normal saat libur Natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru).
“Sebanyak 31 terminal di bawah pengelolaan SPTP akan tetap melayani seluruh pengguna jasa perusahaan,” ujar Corporate Secretary SPTP, Widyaswendra dalam rilisnya, Minggu.
Menurut Wendra, kapal pengangkut peti kemas yang terjadwal saat libur Natal dan tahun baru akan dilayani sesuai dengan waktu kedatangan dan keberangkatan yang telah ditentukan.
Kegiatan penerimaan peti kemas di area terminal (receiving) dan pengiriman peti kemas keluar dari terminal (delivery), ungkap Wendra, juga tetap dilayani sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing area terminal peti kemas.
Wendra mengatakan, PT Pelindo Terminal Petikemas sendiri memprediksi arus peti kemas selama periode Desember 2023 di seluruh terminal peti kemas yang dikelola SPTP mencapai 956.901 TEUs.
Sementara itu, realisasi arus peti kemas bulan Januari hingga November 2023 tercatat mencapai 10,48 juta TEUs.
TPS Surabaya
Sementara itu, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) telah menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi penumpukan petikemas di terminal saat Natal 2023 dan tahun baru 2024.
“TPS telah memprediksi terjadinya peningkatan arus petikemas, utamanya petikemas impor,” kata Direktur Utama PT TPS, Wahyu Widodo.
Pihaknya telah memastikan kehandalan peralatan guna menjamin kinerja layanan yang optimal.
Di antaranya melakukan pengelolaan jadwal pemeliharaan Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG), head truck, dan alat bongkar muat lainnya.
“Kami juga mengatur slot lapangan penumpukan dengan menyiapkan blok-blok penumpukan sementara untuk petikemas impor, yang diperkirakan akan naik jelang libur akhir tahun,” ujarnya.
Wahyu memproyeksikan, pada libur Nataru, peningkatan volume petikemas impor lebih 3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi peningkatan volume reefer container yang ditangani, memerlukan fasilitas reefer plug, TPS menyediakan 1.448 reefer plug.
“Hal ini untuk memastikan kapasitas yang memadai sebagai antisipasi potensi peningkatan tersebut,” katanya.
Wahyu melanjutkan, tim operasional, perencanaan, dan IT di TPS telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap Terminal Operating System (TOS) untuk mencegah potensi kendala dalam sistem.
Selain fokus pada kehandalan fasilitas dan peralatan, TPS telah menerapkan pola cuti bergilir untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia saat libur Nataru.
“Kami akan terus beroperasi 24 jam tujuh hari selama periode Nataru, seperti tahun-tahun sebelumnya. TPS tetap berkomitmen untuk memastikan kelancaran aliran logistik tanpa ada gangguan,” jelas Wahyu. (**)






























