Kementerian Koperasi terus mendorong penggunaan aplikasi digital Dermaga terhadap Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan yang jumlahnya mencapai 86.000 orang.
Karena itu, pada hari Minggu lalu (12/10), Kementerian Koperasi menggelar Sosialisasi Digitalisasi dermaga di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Henra Saragih, S.H., M.H., menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan keniscayaan di era saat ini untuk membuat layanan lebih mudah, cepat, dan murah.
“Kalau digitalisasi itu kan suatu keniscayaan ya. Itu harus, apalagi di zaman saat ini. Semua aspek kehidupan harus kita dorong supaya digital, supaya lebih mudah, lebih cepat, lebih murah, dan dapat diterima masyarakat,” katanya.
Henra juga mengungkapkan, jumlah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang sudah mencapai 86.000 orang akan sulit dipantau jika masih menggunakan pola manual. Karena itu, Kementerian Koperasi mendorong penggunaan aplikasi digital Dermaga.
Seperti diketahui, Aplikasi Dermaga telah di-launching pada 15 Juli lalu saat RAT Tahun Buku 2026 yang dihadiri Wakil Menteri Tenaga Kerja.
“Ini sudah dilakukan di 11 pelabuhan. Diharapkan dalam kurun waktu 1 tahun, 120 koperasi tenaga kerja bongkar muat sudah menggunakan aplikasi digital Dermaga,” ungkapnya.
Nantinya, ujar Hendra, aplikasi Dermaga akan terhubung dengan Pelindo, Inaportnet, dan Kementerian Perhubungan, sehingga aktivitas TKBM di pelabuhan dan operasionalnya bisa terpotret di dashboard.
Sementara itu, Ketua Umum Induk Koperasi TKBM, H. Muhammad Nasir, S.E., menyambut baik adanya aplikasi digitalisasi tersebut.
“Digitalisasi ini untuk teman-teman yang ada di pelabuhan se-Indonesia. Sejauh ini kurang lebih 11 pelabuhan sudah berjalan, kami melaksanakan sosialisasi dan disambut dengan baik,” kata Nasir.
Menurut dia, era kerja lama harus ditinggalkan dan TKBM harus lebih profesional. Saat ini 11 pelabuhan masih dalam tahap pilot project, dan akan dilanjutkan ke 12 koperasi berikutnya agar bisa dioperasikan sebagaimana mestinya.
Dukungan juga datang dari EGM Pelindo Regional 2, Yandri Tri Saputra. Dia menekankan pentingnya pendataan lengkap TKBM dengan ID Card dan pelatihan.
“Dengan adanya digitalisasi, semua TKBM terdata rapi dengan pelatihan-pelatihan saat menangani bongkar muat. Kami berharap orang yang masuk ke terminal sangat terbatas, nanti ada checkpoint yang sudah disiapkan,” ujar Yandri.
Yandri menambahkan, pengecekan ID Card bukan untuk razia, melainkan untuk kebaikan bersama dan memastikan hanya pekerja terdaftar yang masuk ke area kerja. (**)






























