Pengusaha sapi di Provinsi NTT sangat terbantu dengan masuknya kapal tol laut KM Camara Nusantara. Bahkan sejak beroperasinya hingga sekarang telah mengirim 49.057 ekor sapi.
Sapi-sapi itu dikirim dari Pelabuhan Tenau Kupang, Wini-Kabupaten TTU, Atapupu, Kabupaten Belu dan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Sedangkan daerah Flores msih dalam proses negosiasi.
Menurut dia, pengiriman ternak dari NTT dalam program tol laut menggunakan tiga kapal dan kadang-kadang empat kapal dengan frekuensi dua kali dalam sebulan.
Danny mengungkapkan, total ternak yang sudah dikirim dari NTT menggunakan tol laut per 23 Agustus 2018, sebanyak 49.057 ekor sapi, Kerbau 2.410 dan kuda 3.163 ekor, dengan daerah tujuan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Tengah, Sumatera Selatan.
Kedepan kapal tol laut akan bergeser ke pelabuhan berdasarkan permintaan pemuatan. “Kami sedang mengusulkan ke PT. Pelni dan PT ASDP sebagi perusahaan yang mengelola kapal tol laut untuk melayani pengangkutan ternak dari Flores bagian utara melalui Pelabuhan Maropokot ke Kalimantan. Selama ini masih banyak yang belum terangkut karena keterbatasan armada,” ujarnya.
Danny menyatakan, adanya kapal Tol Laut cukup membantu pengusaha, karena dari waktu lebih cepat, cuma tiga hari sehingga mencegah penurunan berat badan sapi. Lalu dari sisi kesehtan hewan dalam perjalanan terjamin, kemudian system bongkar muatnya tidak menggunakan cran, tapi langsung keluar melalui gang. (pk/***)





























