Sebanyak 555.962 penumpang diprediksi bakal menggunakan layanan angkutan laut selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 (Nataru).
Hal itu diungkapkan Pelni Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani dalam konferensi pers, di Borobudur Hotel Jakarta, Rabu (10/12). “Pelni juga memberikan diskon tiket sebesar 20% pada keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026,” ujarnya.
Tri Andayani juga menyampaikan bahwa prediksi itu lebih tinggi 0,81% dibandingkan dengan periode Nataru tahun 2024 lalu.
Menurut Tri, puncak arus mudik Nataru diperkirakan pada 20 Desember 2025 atau H-5 dengan proyeksi penumpang sebanyak 26.855 orang serta arus balik pada 5 Januari 2026 dengan jumlah 24.718 penumpang.
“Kalau kita lihat peningkatan jumlah penumpang mulai terjadi dari tahun 2022 hingga saat ini. Tapi untuk penumpang kapal perintis turun karena jumlah kapal yang ditugaskan ke kami turun. Jadi bukan karena penumpangnya turun, tapi jumlah kapal yang turun,” katanya.
Tri Andayani mengungkapkan, sepanjang periode Nataru 2025/2026 yaitu 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, Pelni menyiapkan kapasitas seluruh kapal sebanyak 56.069 kursi yang sudah termasuk dispensasi kapasitas.

“Kapasitas tempat duduk tersebut terdiri atas 25 kapal penumpang dengan 44.180 tempat duduk di 74 pelabuhan dan 30 kapal perintis dengan kapasitas 11.889 tempat duduk di 230 pelabuhan,” ungkapnya.
Sementara ketersediaan tiket periode Nataru kali ini sebanyak 638.635 tiket. Adapun hingga periode 9 Desember 2025, tiket Nataru yang terjual sebanyak 133.780 tiket atau 24,1% dari jumlah proyeksi penumpang.
Kata Tri Andayani, selama masa Nataru 2025/2026, Pelni juga memberikan potongan harga berupa diskon tiket stimulus ekonomi sebesar 20%. Periode diskon tersebut dimulai sejak keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Tri Andayani menyampaikan Pelni menyiapkan kuota tiket stimulus ekonomi sebanyak 405.881 tiket. Hingga saat ini sebanyak 79.894 tiket telah terjual.
“Kuota stimulus 405 881 tiket. Terjual sekitar 79.894 tiket atau ekuivalen sebesar 19,6% kuota tersedia,” ujarnya.
Diskon tiket tersebut merupakan tarif dasar dan tidak termasuk asuransi dan pas masuk pelabuhan. Penumpang yang melakukan perjalanan wajib sesuai dengan identitas di tiket.
Penumpang dapat membeli tiket tersebut melalui aplikasi Pelni Mobile atau channel resmi Pelni. Adapun jika kuota tiket diskon telah habis sebelum 10 Januari 2026, maka pembelian akan dikenakan tarif normal.
Layanan Pengiriman Gratis
Untuk diketahui bahwa Pelni membuka layanan pengiriman gratis untuk bantuan ke Sumatera Utara. Pengiriman tujuan Medan menggunakan KM Kelud.
“PELNI Group membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara,” kata Nuraini Dessy, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni kepada Ocean Week usai konferensi pers.
Adapun barang-barang yang bisa diangkut berupa sembako, pakaian dan selimut, obat-obatan, dan kebutuhan bayi dan wanita.
Semua dikumpulkan di cabang Pelni seluruh Indonesia dan dikirim ke Medan via KM Kelud.
“Semua bebas biaya bongkar-muat hingga tiba di Pelabuhan Belawan,” katanya.
Berikut syarat pengiriman bantuan gratis:
Ada surat pengantar lembaga/komunitas (perorangan cukup surat pernyataan)
- Barang adalah bantuan nonkomersial
- Tidak mudah terbakar/beracun/terlarang
- Dikemas kuat dan diberi label fragile bila diperlukan
- Pengiriman dari seluruh cabang PELNI dengan Tujuan akhir Pelabuhan Belawan.
Pergerakan Capai 119,5 Juta Orang
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan potensi pergerakan masyarakat pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang.
Angka itu mencerminkan sekitar 42,01% dari total penduduk Indonesia yang berpeluang melakukan perjalanan, baik antarprovinsi maupun di dalam provinsi.
Hasil survei menunjukkan adanya kenaikan pergerakan masyarakat sebesar 2,71% dibandingkan periode Nataru sebelumnya.
Pada tahun lalu, potensi pergerakan tercatat sebesar 39,30%, sementara pada Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 42,01%.
Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan porsi 42,78% atau sekitar 51,12 juta orang. Selanjutnya disusul sepeda motor sebesar 18,41% atau 22 juta orang, bus sebesar 8,17% atau 9,76 juta orang, mobil sewa sebesar 7,43% atau 8,87 juta orang, serta mobil travel sebesar 6,39% atau 7,64 juta orang.
Sementara itu, pengguna pesawat tercatat 3,57%, kereta api jarak jauh 3,29%, kapal penyeberangan 3,14%, kapal laut 2,20%, dan commuter line 1,93%. (***)




























