• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, May 30, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Kinerja IPCC Tumbuh 16,01%, Ekspor Menguat

    Kinerja IPCC Tumbuh 16,01%, Ekspor Menguat

    Arus Peti Kemas Internasional  11%, Sinyal Ekonomi RI Membaik

    Arus Peti Kemas Internasional 11%, Sinyal Ekonomi RI Membaik

    Chandra Pelabuhan Nusantara Sepakat Perjanjian Konsesi Dengan KSOP Banten

    Chandra Pelabuhan Nusantara Sepakat Perjanjian Konsesi Dengan KSOP Banten

    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Kinerja IPCC Tumbuh 16,01%, Ekspor Menguat

    Kinerja IPCC Tumbuh 16,01%, Ekspor Menguat

    Arus Peti Kemas Internasional  11%, Sinyal Ekonomi RI Membaik

    Arus Peti Kemas Internasional 11%, Sinyal Ekonomi RI Membaik

    Chandra Pelabuhan Nusantara Sepakat Perjanjian Konsesi Dengan KSOP Banten

    Chandra Pelabuhan Nusantara Sepakat Perjanjian Konsesi Dengan KSOP Banten

    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Saat Moda Lain Untung di Masa Lebaran, Usaha Penyeberangan Justru Buntung

oceanweek by oceanweek
March 31, 2026
in Berita Lain, Uncategorized
Gapasdap Terbebani SKB, Kapal Ferry Banyak Kosong Saat Mudik
339
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Angkutan Lebaran tahun 2026 sudah berakhir. Selain keberhasilan dari penanganan hal itu, ada juga beberapa yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah (Kemenhub) mengenai tata kelola angkutan hari besar Idul Fitri tersebut.

Apa saja kekurangan dan kelebihan dari penanganan angkutan lebaran 1447 Hijriah kali ini, Ocean Week (OW) mencoba mewawancarai Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo (KS), berikut cuplikannya.

OW : Bagaimana pendapat Pak Ketum terkait penanganan angkutan Lebaran tahun ini?

KS : Secara umum kami mengapresiasi kerja keras seluruh stakeholder—Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, ASDP, KSOP, BPTD, serta seluruh operator—yang telah bekerja luar biasa menjaga kelancaran angkutan Lebaran.

Namun demikian, secara objektif harus kami sampaikan bahwa sistem yang diterapkan masih belum optimal.
Masih terjadi ketidaksesuaian antara kebijakan di atas kertas dengan dinamika di lapangan.

Pendekatan ke depan harus lebih adaptif, fleksibel, dan berbasis kondisi real-time, bukan sekadar administratif dan kaku.

OW : Apa kekurangan yang masih perlu dibenahi?

KS : Beberapa hal krusial yang perlu menjadi perhatian:
• Keterbatasan jumlah dan kualitas dermaga
• Ketidakseimbangan antara jumlah kapal dan kapasitas pelabuhan
• Penerapan kebijakan yang terlalu rigid, seperti SKB dan TBB
• Distribusi trafik yang tidak merata, sehingga satu pelabuhan macet, yang lain justru kosong

Intinya, masalah utama bukan kekurangan kapal, tetapi keterbatasan infrastruktur pelabuhan dan manajemen sistem.

Situasi di salah satu pelabuhan penyeberangan. (**)

OW : Lintasan Banten–Lampung dan Ketapang–Gilimanuk menjadi sorotan. Apa penyebab kemacetan?

KS : Kami tegaskan, Kemacetan bukan karena kapal kurang, tetapi karena dermaga kurang dan pengaturan tidak fleksibel.

Secara spesifik:
• Merak–Bakauheni
• Pelabuhan utama justru sempat tidak optimal (cenderung kosong) saat peak
• Distribusi kendaraan terlalu kaku ke pelabuhan penunjang
• Ketapang–Gilimanuk
• Keterbatasan kualitas dermaga (LCM/plengsengan)
• Waktu bongkar muat sangat terbatas
• Kebijakan TBB membuat arus tidak mengalir alami

Akibatnya, terjadi penumpukan di darat, bukan di laut.

OW : Sebagai evaluasi, apa saran GAPASDAP?

KS : Kami menyampaikan rekomendasi strategis:
1. Tetapkan pelabuhan utama sebagai backbone operasi
(Merak–Bakauheni harus menjadi pusat, bukan dikosongkan)
2. SKB harus fleksibel dan berbasis kondisi lapangan
Berikan diskresi kepada KSOP sebagai komando lapangan
3. Percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan
• Penambahan dermaga secara bertahap (minimal 1 pasang per tahun)
• Peningkatan kualitas MB, breakwater, dan kolam pelabuhan
4. Evaluasi kebijakan TBB, karena menghambat flow dan menurunkan produktivitas
5. Manajemen trafik terintegrasi darat–laut

OW : Ke depan, apakah SKB pembatasan masih diperlukan?

KS : SKB tetap diperlukan, tetapi harus berubah dari kaku menjadi fleksibel dan dinamis. Prinsipnya:
• SKB untuk melancarkan, bukan membatasi
• Memberi ruang keputusan cepat di lapangan
• Menghindari kondisi pelabuhan kosong di satu sisi dan macet di sisi lain

OW : bagaimana dengan keluhan para pengusaha penyeberangan anggota Gapasdap ?

KS : Kami para operator pada prinsipnya sudah sangat ikhlas berkorban demi kelancaran angkutan Lebaran:
• Tarif tidak naik bahkan diberikan diskon, termasuk kapal express
• Kehilangan pendapatan akibat kebijakan TBB
• Jarak operasi lebih jauh dengan tarif tetap
• Risiko kerusakan kapal karena dipaksa beroperasi di pelabuhan yang belum layak. Namun yang kami sesalkan bahwa Pengorbanan ini justru menjadi mubazir dan tidak menghasilkan kelancaran optimal.

OW : Kenapa itu ?

KS : Kami sampaikan data nyata bahwa,
• Lintasan Merak–Bakauheni saat ini memiliki sekitar 74 kapal berizin operasi
• Namun secara ideal, kapasitas dermaga hanya mampu melayani sekitar 28 kapal per hari

Artinya:
• Sekitar 40+ kapal menganggur setiap hari
• Ditambah sekitar 6 kapal docking/perawatan.

Penambahan kapal tidak meningkatkan kapasitas angkut, karena:
• Trip berkurang
• Utilisasi kapal tidak maksimal. Masalah utamanya jelas: dermaga kurang.

OW : Jadi ?

KS : Harus ada perencanaan mulai sekarang. Pemerintah (Kemenhub) harus melakukan Evaluasi untuk Nataru dan Lebaran tahun depan dimulai dari sekarang, bukan mendekati hari H baru sibuk membuat pembatasan.

Perencanaan harus:
• Berbasis data
• Disusun jauh hari
• Melibatkan seluruh stakeholder.

Kami juga melihat:
• Pejabat eselon 1, 2, dan 3 Kemenhub
• Direksi dan jajaran ASDP serta pengurus GAPASDAP, harus standby 24 jam di lapangan. Ini menunjukkan sistem saat ini belum efisien dan sangat berbeda dengan moda transportasi lain.

OW : Ada pesan dari Pak Ketum?

KS : Ada khususnya kepada Pak Presiden (Prabowo Subianto). Sudah saatnya sektor penyeberangan mendapat perhatian serius seperti pembangunan:
• Tol Trans Jawa
• Tol Trans Sumatera. Dermaga harus menjadi prioritas pembangunan nasional. Sebab jika tidak, “Kita hanya tinggal menunggu BOM WAKTU KEMACETAN di mulut pelabuhan setiap musim liburan”.

OW : Gapasdap sendiri dalam hal ini ?

KS : kami (Gapasdap) komitmen dan siap Mendukung penuh, Berkolaborasi aktif,  Mendorong perbaikan sistem secara menyeluruh. Dengan tujuan utama, Pelayanan terbaik bagi masyarakat, Sistem yang sehat dan berkeadilan bagi pelaku usaha. (ridsaid/ow)

Previous Post

TPK KOJA

Next Post

Layanan Penyeberangan Arus Mudik dan Balik Lebaran Lancar Terkendali

Next Post
Layanan Penyeberangan Arus Mudik dan Balik Lebaran Lancar Terkendali

Layanan Penyeberangan Arus Mudik dan Balik Lebaran Lancar Terkendali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6295 shares
    Share 2518 Tweet 1574
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5461 shares
    Share 2184 Tweet 1365
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4540 shares
    Share 1816 Tweet 1135
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4237 shares
    Share 1695 Tweet 1059
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3911 shares
    Share 1564 Tweet 978

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

PTP Nonpetikemas Perkuat Layanan Berbasis Terminalisasi

PTP Nonpetikemas Perkuat Layanan Berbasis Terminalisasi

May 30, 2026
IPC TPK Layani Pelayaran Indonesia – Tiongkok

IPC TPK Layani Pelayaran Indonesia – Tiongkok

May 29, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.