Menteri BUMN Risi Soemarno terus mendorong Pelindo IV untuk dapat direct call (ekspor langsung) dari pelabuhan Makassar ke beberapa negara tanpa harus melalui pelabuha Tanjung Perak lagi.
Rini minta kepada Farid Padang, Dirut Pelindo IV supaya dapat melakukan hal itu. “Harus bisa direct call (ekspor langsung), kalau produk Sulawesi pergi dulu ke Surabaya baru ke luar negeri nambah waktu jangka panjang dan logistik naik,” ucap Rini saat melepas ekspor produk perikanan BUMN di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/10).
Dengan infrastruktur Pelabuhan Makassar yang ada sekarang ini, maka semua kegiatan ekspor bisa dilakukan di sini. Secara hitung-hitungan, mengekspor produk perikanan dari Makassar juga lebih cepat dibandingkan harus memutar terlebih dahulu ke Surabaya. “Jangan lupa Pak Farid (Dirut Pelindo IV), bahwa akhir bulan ini direct call Makassar – Eropa akan motong waktu 50 persen, yang mungkin 30 hari menjadi 15 hari. Kita punya barang untuk bisa direct call,” ungkapnya setengah perintah kepada Farid.
Seperti diketahui, sejak era kepemimpinan Doso Agung (Dirut Pelindo IV waktu itu), perusahaan BUMN ini memang konsisten mengembangkan Pelabuhan Makassar. Pelindo IV bahkan sedang membangun mega proyek Makassar New Port yang diproyeksikan menjadi hub untuk meningkatkan konektivitas, khususnya di Indonesia bagian Timur.
Proyek yang menelan dana investasi sebesar Rp 89,57 triliun ditargetkan rampung pada 2025 mendatang. “Saya sekarang datang ke sini, tapi memang tujuan kita, yakni meningkatkan ekspor mengurangi impor sehingga neraca perdagangan jadi sehat,” kata Rini.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS SUlawesi Selata (Sulsel), Akmal menyatakan nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulsel pada bulan April 2018 tercatat mencapai 90,34 juta Dolar AS.
Angka itu mengalami penurunan sebesar 1,68 persen dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Maret 2018 yang mencapai 91,88 juta Dolar AS.
Akmal juga mengungkapkan, lima komoditas utama yang diekspor pada bulan April 2018 yaitu nikel, biji-bijian berminyak dan tanaman obat, garam, belerang dan kapur, gandum ganduman, serta ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya.
Negara tujuan ekspor, sebagian besar ekspor pada bulan April 2018 ke Jepang, Tiongkok, Filipina dan Vietnam dengan proporsi masing-masing 60,89 persen, 17,78 persen, 5,44 persen, dan 4,02 persen. (***)






























