Ratusan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan ribuan pengusaha truk (Toraci) yang selama ini berkegiatan di terminal Karya Citra Nusantara (KCN) memohon supaya pemerintah (perhubungan melalui KSOP) bersedia membuka operasional BUP KCN di pelabuhan Marunda.
Sebab, setelah 8 bulan lalu sejak dicabut ijin lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta, dan kemudian distop operasinya oleh Perhubungan laut (KSOP), para TKBM dan para pengusaha truk, serta yang lainnya mengaku sangat terdampak, bahkan kini sangat menderita.
Mukdar, dikenal dengan Anto sangat mengeluhkan hal itu kepada Ocean Week, di Marunda, Senin (13/3/2023). “Kami sudah sangat menderita setelah 8 bulan KCN ditutup, padahal terminal itu menjadi tempat kami bekerja mengais rejeki untuk menghidupi anak istri kami,” ujarnya sedih.
Menurut Mukdar, untuk menutupi kehidupan hari-hari nya, terpaksa harus meminta-minta uluran tangan para dermawan memberikan bantuan sekedarnya untuk makan sehari-hari. “Tak sedikit kami minta ke kapal-kapal untuk makan. Bahkan kami sekarang sudah nggak bisa lagi untuk membayar kontrakan, apalagi membayar sekolah anak,” ungkapnya.
Makanya, Mukdar berharap pemerintah bisa memberikan ijin sehingga KCN bisa beroperasi kembali. “Kalau bisa sebelum puasa Romadhon sudah beroperasi lagi,” katanya berharap.
Harapan serupa juga dikemukakan Muslim Tampubolon (Sekjen Toraci/perkumpulan operator angkutan curah indonesia). “Kami sebagai operator truk lebih menderita lagi, sudah nggak bisa bayar pegawai. Sebab dengan ditutupnya KCN, kami sangat terganggu, karena 80% truk yang selama ini berkegiatan di KCN Marunda, jadi banyak yang menganggur,” jelasnya.
Menurut Muslim, tak sedikit truk yang diparkir di garasi, mengingat banyak pemain batubara yang mengalihkan kegiatannya dari terminal KCN ke pelabuhan lain, sehingga muatan yang selama ini menjadi pasarnya, harus lepas akibat kegiatannya pindah ke pelabuhan lain, seperti di Cirebon.
“Pengusaha truk selama distop KCN merugi hingga ratusan miliar rupiah. Bagaimana kalau situasinya seperti ini terus kami sanggup melakukan peremajaan truk. 1.000 truk anggota Toraci menganggur dan 80% terparkir,” tegasnya.
Oleh sebab itu, ungkap Muslim, menjelang Ramadhan, dan menyongsong Lebaran mendatang, Toraci berharap terminal KCN sudah bisa dibuka dan beroperasi kembali secara penuh.

Muslim minta agar Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (KSOP) Marunda mengerti akan keluhan-keluhan masyarakat kecil dan para pengusaha yang selama ini berkegiatan di terminal KCN. “Kami sangat berterima kasih jika sebelum puasa Romadhon pelabuhan KCN sudah dibuka lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Penjaspel Marunda Fudyanpo Kamin kepada Ocean Week menyatakan sangat mengerti terhadap keluhan yang dirasakan oleh para TKBM dan para pengusaha. “Kami (Penjaspel) berharap semua pemangku kepentingan bisa menghilangkan ego sektoral masing-masing, dan lebih mengedepankan kepentingan umum terutama masyarakat, sehingga bisa mengatasi tragedi pengangguran untuk mencarikan solusi bagi perekonomian di Marunda dapat berjalan kembali,” kata Fudy.
Fudy juga menyampaikan bahwa jika sekitar 2.000 tenaga kerja di KCN Marunda menjelang Ramadhan hingga Lebaran nanti nasibnya masih terkatung-katung tak menentu, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah “Karena itu, Penjaspel berharap sebelum Ramadhon, KCN sudah bisa beroperasi kembali,” ungkapnya. (***)




























