Pengamat kemaritiman nasional Bambang Sabekti menilai bahwa rencana penambahan 300 meter dermaga di TPS Surabaya, dan pengoperasian alat bongkar muat baru merupakan langkah positif untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas pelabuhan.
“Di tengah tren pertumbuhan arus peti kemas, investasi seperti ini penting agar pelayanan kepada kapal dan pengguna jasa semakin baik,” ujar Bambang kepada Ocean Week, per telpon, kemarin.
Namun, katanya, kapasitas tambahan harus diikuti peningkatan produktivitas operasional.
Menurut Bambang, keberhasilan investasi tidak diukur dari panjang dermaga atau jumlah alat baru, tetapi dari lebih cepatnya waktu sandar kapal, meningkatnya produktivitas bongkar muat, dan semakin efisiennya arus barang.
“Dan pada akhirnya, yang diharapkan pengguna jasa adalah layanan yang lebih cepat, andal, dan mampu menekan biaya logistik,” kata mantan direktur APL, dan advisor NPCT1 ini.

Sebelumnya, Ocean Week memberitakan bahwa Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan pertumbuhan arus bongkar muat rata-rata 5 persen per tahun.
Sebagai langkah antisipasi TPS akan menambah dermaga baru sepanjang 300 meter sebelum tahun 2030.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Wahyu Widodo saat menyambut kunjungan Ocean Week di kantornya, Senin (27/7) lalu.
“Kami fokus di pelayanan. Alhamdulillah sampai sekarang lancar dan aman,” katanya.
Menurut Wahyu, selama proses kedatangan alat baru selama tiga bulan mulai April sampai Juni telah terjadi rekayasa pengaturan bongkar muat supaya pelayanan kapal tetap lancar.
“Kami tetap menjaga kelancaran arus bongkar muat, sebagian kami pindahkan ke Teluk Lamong,” ungkapnya.
Untuk diketahui, PT Terminal Petikemas Surabaya mencatatkan capaian positif pada kinerja operasional bulanan.
Pada bulan Juni 2026, tumbuh 5,06 persen secara bulanan (month-on-month).
Volume petikemas tercatat meningkat dari 111 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Mei 2026 menjadi 116 ribu TEUs di bulan Juni 2026.
Kegiatan ekspor-impor TPS pada bulan yang sama juga cukup bagus. Arus ekspor naik 10,14 persen dari 51 ribu TEUs menjadi 57 ribu TEUs, volume impor juga tumbuh 0,26 persen, dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 59 ribu Teus.
Wahyu juga menyampaikan bahwa TPS mendatangkan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC).
“Peralatan tersebut telah dioperasikan secara bertahap,” ucapnya singkat.
Dari pantauan Ocean Week di lapangan kondisi kegiatan berjalan normal. Sejumlah peralatan baru tampak sudah beroperasi di container yard.
“TPS sudah elektrifikasi bahkan mobil operasional sudah menggunakan listrik,” ungkap Wahyu.
Terpisah, Ketua INSA Surabaya Steven H. Lesawengan menyambut positif rencana penambahan dermaga 300 meter oleh TPS Surabaya tersebut, mengingat saat ini kegiatan kapal kontainer domestik sangatlah padat di pelabuhan Tanjung Perak ini.
“Itu good news kalau TPS mau menambah dermaga 300 meter, karena sekarang untuk kegiatan kontainer domestik sangat perlu, di BJTI sudah full,” ujarnya.
Dia berharap, semoga niat baik TPS Surabaya dapat segera terwujud. (**/fail/ow)































