Kepala Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Tanjung Priok, Capt. Sudiono melepas kapal tol laut Camara Nusantara I dari dermaga 02 pelabuhan Tanjung Priok, menuju pelabuhan Pantoloan, Palu, pada Rabu (10/10), jam 10.15, dan akan tiba di Pantoloan pada tanggal 14 Oktober 2018.
Kapal kemanusiaan tersebut, memuat bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan wilayah sekitarnya.
“Kapal membawa Sembako, minuman, beras, sudu, tenda, dan 200 water Torn,” kata Capt. Sudiono, kepada Ocean Week, usai melepas kapal Camara Nusantara I, didampingi Kepala OP Tanjung Priok Capt. Hermanta, dan Kepala Cabang Pelni Tanjung Priok Masrul Khalimi.
Menurut Sudiono, kapal ini merupakan kapal kedua milik PT Pelni yang membawa bantuan direct ke Pantoloan, Palu. “Kapal Camara Nusantara I ini langsung ke Pantoloan, sama seperti Camara Nusantara III yang nggak singgah dulu ke Makassar,” ungkapnya, dibenarkan Masrul.
Untuk kali ini, kapal membawa bantuan sebanyak 804 M3, atau 268 ton, 33985 Koli.
Bantuan tersebut berasal dari antara lain PT Wika, Askrindo, Kedubes Irlandia, PT PLN, Pemprov DKI Jakarta, sumbangan dari Posko Kantor Syahbandar Priok, dan Posko kantor OP Tanjung Priok, Kemenhub (BPPPIP), dan lain sebagainya.
Sudiono berharap, semoga bantuan kemanusiaan ini dapat selamat sampai tujuan, dan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Wani.
Sementara itu, GM Pelni Tanjung Priok Masrul Khalimi, mengungkapkan bahwa Pelni sudah memberangkatkan dua kapal dari Tanjung Priok, yakni Camara Nusantara I (10/10), dan Camara Nusantara III (beberapa hari lalu).
Di tempat sama, Ahmad Sujadi, Corporate Secretary Pelni menambahkan, bahwa sampai saat ini sudah 9 kapal Pelni yang diberangkatkan dari berbagai pelabuhan, seperti dari Makassar, Tanjung Perak, Bau-bau, Balikpapan,, Pare-Pare, dan Tanjung Priok.
“Kapal Ciremai dan Dobonsolo dari Tanjung Priok angkut bantuan ke Pantoloan juga, tapi lewat Makassar, baru lanjut ke Pantoloan. Kalau kapal Camara Nusantara langsung dari Priok ke Pantoloan,” katanya.
Ditanya mengenai rencana untuk kapal bantuan kemanusiaan itu ke Donggala, Ahmad Sujadi menyatakan, Pelni siap ke pelabuhan Donggala. “Yang penting pelabuhannya bisa disandari kapal,” ungkapnya. (rid/**)






























