PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Tanjung Pandan terus menunjukkan kinerja operasional yang positif dalam mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai salah satu pelabuhan strategis di wilayah kepulauan, cabang ini berperan penting dalam menunjang distribusi barang serta mendukung aktivitas ekonomi regional.
Cabang Tanjung Pandan Hal ini memiliki posisi krusial dalam rantai logistik antar pulau, khususnya dalam melayani kebutuhan distribusi komoditas di wilayah Bangka Belitung dan sekitarnya. Dengan karakteristik wilayah kepulauan, pelabuhan ini menjadi penghubung utama dalam menjaga kelancaran pasokan barang.
“Kami terus berupaya meningkatkan kinerja operasional serta kualitas layanan guna mendukung kebutuhan logistik pelanggan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan, Asep Mardiyana.
Dari sisi operasional, Cabang Tanjung Pandan melayani berbagai jenis komoditas dengan dominasi pada kemasan general cargo seperti besi, tiang listrik, tiang pancang, keramik, dan kaolin dalam kemasan bag cargo.
Selain itu, cabang ini juga menangani komoditas curah kering seperti cangkang sawit, split, dan biji sawit. Kegiatan operasional didukung oleh fasilitas pelabuhan serta peralatan bongkar muat yang memadai sehingga berjalan efektif dan efisien.
Kinerja Operasional
Sampai dengan April 2026, realisasi produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) pada beberapa kemasan utama yang dilayani mencatat capaian di atas target serta tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada kemasan general cargo, produktivitas mencapai 2.511 T/S/D, melampaui target sebesar 25% dari target 2.008 T/S/D, sekaligus tumbuh 68,1% dibandingkan realisasi hingga April 2025 sebesar 1.494 T/S/D.
Sementara itu, pada kemasan bag cargo, produktivitas tercatat sebesar 752 T/S/D, atau 24,1% di atas target sebesar 606 T/S/D, serta meningkat 56,0% dibandingkan capaian hingga April 2025 sebesar 482 T/S/D. Capaian ini mencerminkan peningkatan efektivitas operasional dan optimalisasi proses bongkar muat di Cabang Tanjung Pandan.
PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan membukukan capaian throughput yang tetap solid sebesar 168,06 ribu ton di mana kemasan bag cargo masih menjadi kontributor utama dengan realisasi sebesar 152,3 ribu ton, sementara kemasan general cargo mencatat pertumbuhan sebesar 12,6% menjadi 12,9 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10,2 ribu ton.
Lonjakan produktivitas ini didorong oleh peningkatan aktivitas bongkar muat serta implementasi standarisasi operasional dan sistemisasi layanan berbasis digital melalui platform PTOS-M.
“Kinerja ini merupakan hasil dari komitmen seluruh tim dalam menjaga produktivitas serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Asep.
Dalam mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat, Cabang Tanjung Pandan dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas operasional yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi 9 area dermaga fungsional yang mampu melayani kapal-kapal general cargo dan curah, lapangan penumpukan terbuka untuk berbagai jenis komoditas, serta gudang penyimpanan untuk barang tertentu yang membutuhkan perlindungan.
Selain itu, operasional juga didukung oleh peralatan bongkar muat seperti 1 unit chassis, 1 unit head truck, 1 unit forklift 5 ton, dan 1 unit forklift 10 ton serta alat bantu lainnya yang menunjang efisiensi dan percepatan layanan. Ketersediaan fasilitas ini menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas serta keandalan layanan pelabuhan.
Dengan dukungan fasilitas dan kinerja yang terus meningkat, Cabang Tanjung Pandan semakin memperkuat perannya sebagai pelabuhan andalan dalam mendukung distribusi komoditas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.
Ke depan, Cabang Tanjung Pandan akan terus meningkatkan kapasitas layanan dan kualitas operasional guna memperkuat posisinya sebagai simpul logistik strategis di wilayah Kepulauan Bangka Belitung serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (***)






























