Ketua Aptrindo DKI Jakarta Mustajab menyatakan kalau operasional trucking belakangan ini sangat terdampak dengan adanya wabah Corona.
“Sudah 70% truk dari total truk anggota di Jakarta stop operasi karena muatan juga turun drastis,” kata Mustajab kepada Ocean Week, di Tanjung Priok, Selasa siang (19/5).
Untungnya, ujarnya, pihak perusahaan truk tak begitu terbebani dengan perumahan para sopir, karena antara sopir dan perusahaan trucking sifatnya kemitraan.
“Jadi kalau sopir di rumahkan dan tak kerja, kami tak wajib bayar gaji, karena sifatnya kemitraan, kalau narik dibayar, nggak narik ya ga bayar,” ucap Mustajab lagi.
Meski begitu, pihaknya tetap memberikan bantuan berupa beras dan lauk pauk kepada para sopir, yang berada di garasi truk untuk kebutuhan makan sehari-hari selama wabah COVID 19 ini.
“Lihat saja pelabuhan Tanjung Priok sepi. Truk juga tak banyak yang jalan, apalagi ini jelang Lebaran,” katanya.
Sepinya pelabuhan Priok pada Selasa (19/5) memang Ocean Week saksikan langsung.
Ketika melihat suasana pelabuhan dari lantai 9 gedung Pelindo Cabang Tanjung Priok, terlihat jelas terminal petikemas dan non petikemas yang tak banyak kegiatan.
Siang itu di sekitar dermaga terminal juga lengang tak ada kapal yang sandar. Begitu pula di dermaga ex. JICT 2 tak ada kegiatan.
Di kejauhan (kolam pelabuhan) tampak puluhan kapal yang lego jangkar, apakah sedang menunggu dokumen, menunggu sandar, atau kapal itu bagian dari kapal yang rusak dan sudah bertahun-tahun nongkrong disitu.

GM Pelindo II Tanjung Priok Suparjo juga prihatin dengan kondisi pelabuhan sekarang ini.
“Kemarin saya keliling pelabuhan mengantar staf Menhub bersama pak Dirut (Arif Suhartono, Dirut Pelindo II) meninjau kegiatan di beberapa terminal, juga ke terminal penumpang, ya menurun. Apalagi di terminal penumpang sangat sepi,” jelasnya panjang lebar.
Suparjo berharap wabah Corona ini segera berakhir, dan aktivitas kembali normal, sehingga perekonomian juga kembali berjalan baik. (**)



























