Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengkritik penyerahan pengelolaan pelabuhan dan bandara oleh pemerintah pada swasta asing.
“Kita sekarang lihat banyak pelabuhan, bandara diserahkan pada swasta, bahkan pada swasta asing. Pelabuhan dan bandara. Padahal sejarah mengatakan, begitu pelabuhan dikuasai VOC, Indonesia terjajah. Pelabuhan dan bandara adalah bagaikan hidung dan mulut,” kritik Prabowo sewaktu menyampaikan Orasi ilmiah pada wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada Bandung, Rabu (19/9).
Kata Prabowo, pelabuhan dan bandara ibarat hidung dan mulut, dan negara ini seperti tubuhnya. “Kalau negara sebuah badan, dan pelabuhan adalah hidung dan mulut. Di situ negara bernafas, di situ negara makan,” ungkapnya.
Prabowo mengutip Pasal 33 ayat 2, Undang-Undang Dasar 1945. “Proyek yang penting bagi negara, dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara. Kita sering lihat, banyak pelabuhan, bandara diserahkan pada swasta, bahkan pada swasta asing,” jelasnya.
Prabowo mengatakan semua barang dari luar negeri masuk lewat pelabuhan. “Semua barang yang kita perlukan, masuk lewat pelabuhan dan bandara. Kita sekarang menyerahkan pada negara asing dengan alasan mereka operator. Kenapa bangsa Indonesia setelah 73 tahun merdeka tidak bisa mengelola pelabuhan sendiri. Menurut saya, ini bermasalah,” tuturnya geram. (tmp/**)






























