Kemenhub menggelar Table Top Exercise TSS Selat Sunda dan Selat Lombok tahun 2020, pada Selasa (23/6), bertempat di kantor Distrik Navigasi kelas I, Tanjung Priok.
Kegiatan ini menjadi salah satu persiapan untuk implementasi TSS Selat Sunda dan Selat Lombok, mulai 1 Juli 2020 mendatang.
Hadir pada kegiatan ini yakni Hengki Angkasawan, Direktur Kenavigasian, dan Direktur KPLP Ahmad, serta berbagai institusi terkait pada kegiatan Selasa pagi ini.
Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia telah mencatat sejarah baru di kancah maritim dunia sebagai Negara Kepulauan pertama di dunia yang memiliki Bagan Pemisahan Alur Laut atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Alur Laut Kepulauan, yaitu di Selat Sunda dan Selat Lombok, menyusul ditetapkannya TSS tersebut oleh International Maritime Organization (IMO) di bulan Juni 2019.

TSS tersebut diimplementasikan mulai 1 Juli 2020, karenanya Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan sejumlah persiapan menuju pemberlakuan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok, mulai dari aspek kenavigasian juga dalam hal penegakan hukum.
“Kami sudah mulai melakukan persiapan-persiapan, bagi dari sisi Kenavigasian maupun pengamanannya,” kata direktur navigasi Hengki, maupun direktur KPLP Ahmad menjawab wartawan, di Priok, Selasa pagi.
Hengki mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan bagaimana penegakan hukumnya. Sementara Ahmad akan mengerahkan 6 kapal untuk patroli di Selat Sunda. “Nantinya akan ditambah, jika frekeunsesi kapal yang lewat selat mulai bertambah banyak,” ujar Ahmad.
Hengki menambahkan, bahwa kapal-kapal yang lewat di kedua selat itu tak dikenai biaya. (**)



























