Selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Penumpang kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Pandan dan Tanjung Batu, kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Candra di Tanjungpandan, mengatakan jumlah penumpang kapal laut di pelabuhan Tanjungpandan dan pelabuhan Tanjung Batu selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 sampai hari ini tercatat sebanyak 3.008 orang.
“Kami mencatat jumlah penumpang kapal laut yang naik dan turun di pelabuhan Tanjungpandan dan Tanjung Batu selama periode Natal dan Tahun Baru 2025 mencapai 3.008 orang,” katanya.
Dia mengatakan, jumlah penumpang kapal laut tersebut hanya sebanyak 3.008 orang menurun apabila dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 5.141 orang.
“Penurunan jumlah penumpang kapal laut di pelabuhan Tanjungpandan dan Tanjung Batu sebanyak 44,49 persen apabila dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode tanggal yang sama,” ujarnya.
Bambang menambahkan, penurunan jumlah penumpang kapal laut di pelabuhan Tanjungpandan dan pelabuhan Tanjung Batu dipengaruhi sejumlah faktor salah satunya adalah faktor cuaca buruk yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berpergian menggunakan kapal laut.
“Karena kita ketahui bersama-sama saat ini faktor cuaca buruk angin kencang dan gelombang laut,” katanya dikutip dari Antara.
Selain itu, ungkapnya, tidak menutup kemungkinan penurunan jumlah penumpang ini juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi masyarakat yang sedang lesu saat ini sehingga tidak ramai yang bepergian ke luar daerah.
“Mungkin masyarakat lebih mengutamakan untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.
Libur Nataru kapal laut rute Tanjung Priok – Bangka Belitung juga ada melalui pelabuhan-pelabuhan ini. Salah satunya dilakukan oleh pelayaran Bukit Merapin.
Kapal-kapal Bukit Merapin tak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga kendaraan.
Di Tanjung Priok
Sementara itu, para penumpang mulai terlihat memadati terminal Nusantara untuk kembali ke kota asal setelah melewatkan Natal di Jakarta.
Pada Senin lalu (30/12), para calon penumpang KM Kelud memenuhi Pelabuhan Tanjung Priok, hendak pulang ke kampung nya.
Dikutip dari RRI.co.id, salah satu penumpang KM Kelud, Doris Meri Silalahi mengungkapkan akan balik ke Batam.
“Udah selesai liburan mau balik ke Batam. Karena kita bawa anak biar lebih enak. Ya lebih murah kapal laut lah, kalau naik pesawat (harganya) tinggi,” kata Doris.
Sementara, Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyebut jumlah masyarakat yang berpergian dengan kapal PELNI selama periode 11 hingga 29 Desember 2024 mencapai 366.002 orang.
Jumlah tersebut mencapai 72,2 persen dari total proyeksi penumpang yang awalnya diperkirakan mencapai 507.057 orang. Sementara ruas yang paling banyak dikunjungi adalah Batam Belawan dan Makasar.
“Ruas Batam – Belawan, Belawan – Batam, dan Makassar – Bau Bau masih menjadi ruas terpadat. Sementara pelabuhan untuk keberangkatan terpadat berada di Pelabuhan Makassar, Ambon, dan Batam,” ujarnya.
Andayani menjelaskan bahwa pergerakan penumpang kapal Pelni tertinggi berada di wilayah tengah Indonesia sebesar 40,3 persen. Kemudian wilayah timur 35,8 persen dan terakhir wilayah barat 23,9 persen.
Pelni menyiapkan 55 kapal untuk melayani angkutan libur Natal 2024 dan Tahun Baru, terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis. Periode angkutan Natal dan Tahun Baru oleh Pelni, dimulai pada 11 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025. (***)






























