Arus balik mudik Lebaran dari Pelabuhan Kendal tahun 2018 ini tampak sepi. Makanya, KMP Kalibodri, kapal satu-satunya untuk angkutan penyeberangan rute Kendal-Kumai Kalteng hanya memperoleh dua kali perjalanan. Berbeda dengan tahun 2017 yang mencapai empat kali perjalanan.
“Tahun ini, kami hanya mendapat jatah dua kali perjalanan ke Kalimantan Tengah,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kendal, Andi Rahmat, kepada wartawan, di Kendal Minggu (24/6).
Menurut dia, berkurangnya jatah perjalanan kapal Kalibodri karena beberapa faktor. Salah satunya adanya program mudik gratis, sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan mudik gratis tersebut.
Rahmat juga menyatakan, pada hari Sabtu (23/6), sudah dilakukan perjalanan pertama. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Kendal pukul 13.00, hanya mengangkut 81 penumpang, satu truk besar, dua truk sedang, tujuh mobil, dan 15 sepeda motor. Padahal, kapal berkapasitas 400 penumpang.
“Perjalanan kedua akan dilaksanakan pada hari Kamis 28 Juni, sehari setelah pencoblosan pilkada Gubernur Jateng,” ujarnya.
Rahmat juga mengatakan, perjalanan pertama sepi, karena mau pilkada, sehingga masyarakat memberikan suaranya kebih dahulu. Selain itu liburan sekolah juga masih panjang. “Faktor lain mungkin karena adanya mudik gratis dan banyak kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sehingga masyarakat memilih melalui Semarang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid juga melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kendal, untuk melihat apakah terjadi lonjakan penumpang atau tidak.
“Kami kesini untuk memastikan apakah terjadi lonjakan penumpang atau tidak. Ternyata tidak ada lonjakan seperti tahun lalu. Mungkin karena mau pilkada. Padahal, kami sudah menyiapkan kapal perintis untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang,” kata Ahmad.
Seperti diketahui, pelabuhan Kendal dijadikan sebagai salah satu pelabuhan untuk angkutan mudik Lebaran dari Kendal-Kumai Kalteng (PP). Di pelabuhan Kendal sudah ada dua dermaga yang operasional, satu untuk penyeberangan Kendal-Kumai, satu lagi untuk kapal wisata Kendal-Karimunjawa Jepara.
Namun, dermaga wisata itupun juga sepi. Masih belum banyak masyarakat yang memanfaatkan berwisata ke Karimunjawa dari pelabuhan Kendal ini. Kapal yang disiapkan angkut wisatawan itupun sering terlihat nongkrong. Justru pelabuhan ini banyak digunakan sebagai sarana wisata memancing oleh masyarakat pada hari-hari biasa. (sm/**)




























