Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) mentargetkan pada tahun 2018 sebanyak 800.000 TEUs kontainer transhipment yang selama ini lewat pelabuhan Singapura dapat ditarik melalui Tanjung Priok. Pada tahun 2017 lalu, sebanyak 400.000 TEUs kontainer transhipment dtersebut sudah menggunakan pelabuhan Tanjung priok.
“Kargo (kontainer) yang selama ini ke Singapura tak lagi lewat Singapura, tapi langsung lewat Tanjung Priok, dan kami tidak mengambil porsi yang ada di Pelindo lain,” kata Ekvyn G. Masassya, Dirut Pelindo II menjawab pertanyaan Ocean Week, seputar kontainer transhipment, pada kesempatan berbuka puasa bersama pers, di Jakarta, Jumat (8/6).
Menurut Elvyn, kontainer trashipment yang melalui pelabuhan Tanjung Priok lebih banyak dari pelabuhan-pelabuhan dilingkungan kerja Pelabuhan Indonesia II di berbagai daerah yang akan diekspor ke beberapa negara.
“Sekarang yang sudah berjalan untuk rute ke Amerika dari Tanjung Priok, kedepan segera menyusul untuk direct ke Asia Timur, Australia, dan Eropa,” ucap Elvyn optimistis.
Seperti diketahui bahwa baru-baru ini Presiden Jokowi melepas kapal raksasa milik CMA CGM kapasitas 10.000 TEUs dari terminal JICT langsung ke Amerika. Menurut Jokowi, dengan kapal besar akan mampu menurunkan biaya logistik.
Elvyn juga mengungkapkan bahwa Jakarta dijadikan sebagai kargo konsolidasi bagi barang-barang yang akan diekspor ke negara luar. “Kalau Singapura tahu pasti marah sama kita (Pelindo-red),” ujar Elvyn bercanda.
Pada kesempatan itu, Elvyn juga menyampaikan informasi mengenai rencana pembangunan pelabuhan Kijing di kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. “Nantinya Kijing akan kami usulkan namanya menjadi Tanjung Pura Port International,” katanya lagi. (***)




























