Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatatkan penanganan arus peti kemas semester 1 tahun 2024 mencapai 5,84 juta TEUs lebih, tumbuh sekitar 6% dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 yang tercatat 5,51 juta TEUs.
Pemindahan ibukota negara ke IKN juga menyumbang pertumbuhan tersebut. Pada semester I 2023, realisasi arus petikemas sebanyak 96 ribu TEUs, naik menjadi 117 ribu TEUs pada periode sama tahun 2024.
“Pertumbuhan arus peti kemas ini, selain pemindahan Ibukota Negara ke IKN, juga diikuti oleh kenaikan arus kapal. Sebagai contoh di TPS Surabaya mencatat kunjungan kapal peti kemas internasional naik sebanyak 492 unit kunjungan dari yang direncanakan sebanyak 465 unit kunjungan kapal,” ujar Corporate Secretary PT Pelindo Ardhy Wahyu Basuki, baru-baru ini.
Demikian halnya dengan kunjungan kapal peti kemas domestik, direncanakan sebanyak 88 kapal terealisasi sebanyak 117 kunjungan kapal di semester 1-2024
“Kami menargetkan arus peti kemas selama tahun 2024 sebanyak 12 juta TEUs dan kami optimis target tersebut dapat tercapai sejalan peningkatan arus peti kemas di semester 1 tahun 2024 ini,” katanya.
Ardhy mengatakan bahwa kenaikan juga terjadi di Kaltim Kariangau Terminal (KKT), yang menjadi lokasi terdekat dari proyek pembangunan Ibukota baru (IKN) tersebut.
“Untuk pemindahan Ibukota mungkin kita bisa support di pelabuhan-pelabuhan di Kalimantan Timur, mungkin kita support untuk disana,” ujarnya.
Menurut Ardhy, peningkatan arus petikemas di Kaltim Kariangau Terminal itu tumbuh sekitar 21 persen pada semester I 2024 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
“Kami menargetkan arus peti kemas selama tahun 2024 sebanyak 12 juta teus dan kami optimis target tersebut dapat tercapai sejalan peningkatan arus peti kemas di semester 1 tahun 2024 ini,” ungkapnya. (***)






























