Prestasi bongkar muat petikemas Pelindo melejit naik menjadi urutan 8 dari 10 besar port operator dunia.
Perubahan signifikan tersebut dipicu setelah terjadinya merger empat Pelindo I, II, III dan IV pada 1 Oktober 2021 lalu.
Direktur Utama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) M. Adji mengungkapkan, Pelindo semakin diperhitungkan dunia pasca merger.
“Dulu sebelum merger prestasinya terlihat kecil. Sekarang setelah empat Pelindo merger rankingnya langsung di posisi 8 besar terminal petikemas di dunia. Ini sungguh membanggakan,” kata Adji kepada pers di hotel Double Tree, Kamis (13/4/2023).
Menurut Adji, kemajuan pasca merger cukup baik. Semua potensi dioptimalkan. Seperti silang operasional peralatan bongkar muat.
“Jadi sekarang ini peralatan container crane dan peralatan di terminal semakin produktif. Peralatan yang kurang produktif di satu terminal bisa dipindah ke terminal lain,” katanya.
Corporate Secretary SPTP Widyaswendra memaparkan bahwa sekarang ini Pelindo mencatatkan prestasi bongkar muat petikemas pada 2019 sebesar 16,7 Twenty Equivalent Units (TEUs). Tahun 2021 sebesar 11.043.880 TEUs atau 101,08 persen. Tahun 2022 sebesar 11.163.440 TEUs. Masing-masing petikemas internasional 3.487.081 TEUs atau 31.2 persen.
Dari jumlah tersebut petikemas ekspor 1.793.119 TEUs. Petikemas impor 1.680.574 TEUs. Sedangkan bongkar muat petikemas domestik untuk muat sebesar 3.673.662 TEUs dan bongkar sebesar 3.672.172 TEUs.
Sementara pendapatan usaha dicapai Rp. 11.17 triliun. Laba bersih Rp. 1.80 triliun. Investasi sebesar Rp. 1,16 triliun. Jumlah SDM sebanyak 8.660 orang dan value creation Rp. 186,4 miliar. Acara buka bersama diikuti direksi SPTP, direksi anak perusahaan PT. Terminal Petikemas Surabaya, PT. Terminal Teluk Lamong dan BJTI PORT. (il/**)






























