PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Belawan mencatat kinerja positif dalam pelayanan arus barang hingga Agustus 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas general cargo, bag cargo, dan curah kering yang dilayani di wilayah operasionalnya.
Hari Rabu (7/10/2026) siang, ketika Ocean Week berkesempatan melihat langsung kegiatan di dermaga yang dikelola oleh PMT, baik di dermaga Ujung Baru 1, dan dermaga Ujung Baru 2, sedang ada kegiatan bongkar muat dari beberapa kapal.
Misalnya, kapal Rezeki Bersama yang membongkar sekitar 6.000 ton CPO dan turunannya. Ada juga kapal MT Sun 9, muat 6.300 ton.
“Kegiatan di dermaga Ujung Baru 1 dan dermaga Ujung Baru 2, mayoritas digunakan untuk bongkar muat CPO dan turunannya, baik lewat pipanisasi langsung ke Tanki timbun maupun truck losing,” ujar Khoirudin Lubis, Branch Manager PMT Belawan kepada Ocean Week, dibenarkan Jefriansyah, Deputi Branch Manager Operasi 1 PMT Belawan, disela meninjau dermaga yang dikelolanya.
Selain itu, terlihat pula kapal Rezeki Bersama bongkar sekitar 6.000 ton, dan ada kapal MT Sun 9, muat CPO 6.900 ton.

Belawan boleh dibilang sebagai pelabuhan penopang untuk Aceh, dan Sumut, karena disini banyak industri minyak sawit.
Makanya setiap bulan tak kurang dari
33 unit kapal dengan kapasitas 7000 ton bongkar muat di dermaga PMT Cabang Belawan.
Siang yang sangat panas menyengat di pinggiran dermaga, Ocean Week pun melihat kapal asal pelabuhan Teluk Bayur yang sedang bongkar semen. Disebelah nya, tampak kapal Bauhinia sedang bongkar komoditi curah cair, juga ada kapal Sahabat Sentosa yang sedang bongkar pupuk asal Gresik.
Sementara itu, saat Ocean Week dan rombongan dari PMT bergeser ke dermaga Ujung Baru 2, disini tampak
kapal Mandiri 8. Lalu kapal Belsakura yang sedang bongkar pupuk.
Ada pula kapal Simore bongkar pupuk dari gresik, ada kapal tanker bongkar CPKO dan turunannya 4324 ton, menggunakan truk losing.
Khoirudin Lubis menyampaikan bahwa hingga Agustus 2026, trafik general cargo dan bag cargo tercatat sebesar 475.346 ton/m³, tumbuh 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 390.907 ton/m³.
“Peningkatan tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya kegiatan bongkar pupuk dalam kemasan (in bag) dan semen dalam kemasan (in bag),” ungkapnya.
Sedangkan data mencatat, arus curah kering hingga Agustus 2026 mencapai 4,12 juta ton, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,6 juta ton.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas bongkar muat komoditas bungkil dan cangkang, termasuk untuk mendukung kebutuhan industri dan perdagangan.
Dari sisi produktivitas, kinerja operasional general cargo hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 1.722 ton/ship/day (t/s/d). Sementara produktivitas layanan curah kering mencapai 6.110 ton/ship/day (t/s/d).
Capaian tersebut menunjukkan upaya Branch Belawan dalam menjaga efektivitas proses bongkar muat seiring dengan meningkatnya arus barang.
Khoiruddin Lubis, mengatakan peningkatan arus barang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas layanan dan produktivitas operasional.
“Seiring dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat, kami terus melakukan penguatan pada proses layanan dan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Kami berupaya agar kegiatan operasional dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan prosedur, dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” ujar Khoiruddin.
Menurut dia, pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara Pelindo Multi Terminal, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional. Dengan meningkatnya aktivitas berbagai komoditas, penguatan koordinasi dan konsistensi penerapan standar operasional menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran layanan.
Ke depan, Pelindo Multi Terminal Branch Belawan terus mendorong optimalisasi produktivitas dan kualitas pelayanan untuk mendukung kelancaran arus barang serta aktivitas perdagangan dan industri di wilayah Sumatera Utara. (**)





























